Bundesliga : Akhir Tragis Dortmund dan Kejayaan Bayern 11 Tahun Beruntun

Bayern Munich berhasil mempertahankan gelar juara Bundesliga selama 11 tahun beruntun | (Photo by Federico Gambarini/picture alliance via Getty Images)

FORUM KEADILAN – Akhir yang tragis benar-benar dialami Borussia Dortmund pada penghujung gelaran Bundesliga musim ini.

Dortmund yang berada di puncak klasemen, membuang peluang emas untuk meraih Meisterschale, sekaligus mematahkan dominasi sang rival abadi Bayern Munich yang selama satu dekade terakhir menjadi penguasa Liga Jerman.

Bacaan Lainnya

Ya, dua seteru bebuyutan ini harus bertarung hingga akhir musim kompetisi dimana akhirnya Bayern dapat kembali mempertahankan statusnya sebagai juara Bundesliga dalam 11 tahun beruntun!

Di laga pamungkas atau pekan ke-34 yang berlangsung Sabtu (27/5) malam kemarin, Dortmund yang sebelum laga dimulai memiliki keunggulan dua poin atas Bayern, lebih difavoritkan keluar sebagai kampiun.

Butuh 3 poin untuk memastikan gelar jatuh ke tangan, Dortmund malah terpeleset dengan bermain imbang 2-2 di kandang sendiri kontra Mainz di saat Bayern mengalahkan FC Koln 2-1 dalam partai tandangnya.

Dengan hasil tersebut, poin kedua tim menjadi identik 71 dan Schwarzgelben harus merelakan gelar juara yang sudah di depan mata jatuh kepada Bayern karena mereka kalah head to head dan selisih gol.

Sebelumnya, sempat terjadi salip menyalip selama 90 menit antar kedua tim pada klasemen. Dortmund yang sampai menit ke-81 masih tertinggal 2-1, sempat diatas angin ketika Koln berhasil menyamakan kedudukan 1-1 atas FC Hollywood.

Jika hasil ini bertahan sampai peluit panjang dibunyikan, Die Borussien yang akan meraih titel dengan keunggulan 1 poin pada klasemen akhir. Para fans Dortmund langsung bersorak sorai menyambut gelar pertama sejak 2012.

Namun, euforia para fans hanya bertahan selama delapan menit setelah The Bavarian balas mencetak gol via Jamal Musiala 1 menit sebelum waktu normal usai yang membuat Bayern kembali unggul dan balik ke pole position.

Marco Reus cs tersentak dan langsung berupaya melancarkan gempuran ke pertahanan Mainz. Tidak ada jalan lain, Dortmund harus mencetak 2 gol di sisa waktu untuk memastikan trofi.

Nicklas Sule akhirnya berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti Mainz dan menyamakan kedudukan ketika injury time memasuki menit ke-6.

Namun, peluit akhir segera dibunyikan tak lama setelah gol tersebut. Kontan, para pemain Dortmund langsung terjerembab ke tanah, berduka atas gelar, yang entah bagaimana, terlepas dari genggaman mereka dengan cara yang paling menyakitkan.

Seketika di sekeliling mereka, seisi Signal Iduna Park menjadi sunyi senyap saat para penggemar berusaha memahami apa yang telah mereka lihat.

Mereka memuji sang manajer Edin Terzic, seorang fans Dortmund semenjak kecil, yang berdiri di depan mereka sambil menangis. Sungguh akhir yang tragis bagi Borussia Dortmund dan para penggemarnya.

Sementara nun jauh di kota Cologne, tepatnya di RheinEnergieStadion, para pemain Bayern yang telah menyelesaikan pertandingan beberapa menit sebelumnya, sempat berkerumun di tengah lapangan untuk menyaksikan partai rival mereka berjalan lewat layar ponsel seorang pemain.

Mereka tak ingin keburu jumawa dengan kemenangan yang baru mereka peroleh dan ingin segera memastikan hasil pertandingan Dortmund vs Mainz.

Beberapa saat setelah terkonfirmasi bahwa pesaing mereka gagal menang, sontak seluruh pemain, pelatih, dan official Bayern berhamburan ke segala penjuru lapangan untuk merayakan keberhasilan mereka menjadi juara Bundesliga musim 2022/2023.

Kendati demikian, status juara bagi Bayern Munich ini ternyata juga memakan tumbal di internal mereka. CEO Oliver Kahn dan Sporting Director Hasan Salihamidzic langsung dipecat oleh klub tak sampai satu jam setelah pengumuman juara Thomas Muller dkk.

Buat klub sekelas dan sebesar Bayern yang punya standar amat tinggi, proses juara dengan cara seperti ini adalah hal yang mengecewakan. Ditambah performa mereka yang secara keseluruhan memang kurang meyakinkan sepanjang musim.

FC Hollywood “hanya” mampu mengoleksi dua gelar pada musim ini, yakni DFL Super Cup dan juara Bundesliga. Sementara di Liga Champions dan DFB Pokal, Bayern harus pulang lebih awal karena di kedua ajang tersebut, pasukan Thomas Tuchel harus rontok di perempat final.

Terlepas dari semua drama yang terjadi, inilah sepak bola. Kedua klub, baik Bayern Munich dan Borussia Dortmund, telah menyuguhkan tontonan berkelas ketika persaingan sengit saling susul menyusul antar keduanya terjadi hampir sepanjang musim.

Dalam beberapa tahun terakhir, mungkin inilah duel penutup musim yang paling menarik terjadi di perhelatan liga-liga top Eropa setelah perseteruan Manchester City dan Manchester United yang terjadi di musim 2011/2012 yang lalu.

 

Herzlichen Gluckwunsch, Bayern!