Tak Ikut Nyaleg, Cak Imin Bakal Jadi Cawapres?

PKB optimis Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar maju dalam Pilpres 2024
PKB optimis Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar maju dalam Pilpres 2024 Ist

FORUM KEADILAN – Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar dikonfirmasi  tidak akan ikut dalam pencalonan sebagai anggota legislatif dalam Pemilu 2024 mendatang.

Ketidakikutsertaan dalam Pemilu kali ini konon dipersiapkan untuk mencalonkan diri sebagai  Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden 2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Muhaimin, absennya dalam Caleg 2024 ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak terutama, para ulama.

“Betul, saya diperintah oleh para kiai, dewan syura, ijtima ulama utk tidak boleh nyaleg karena dipersiapkan utk nyalon presiden,” katanya, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, ia mengaku tidak mempersalahkan nantinya akan ditunjuk untuk mencalonkan diri sebagai Capres atau Cawapres 2024.

“Presiden atau wapres. Kalau tidak capres ya cawapres, yang penting bukan wantimpres,” ujarnya sambil tertawa.

Soal digadang-gadang berduet dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Cak Imin menegaskan, “Ya PKB pasti dukung Pak Prabowo tapi secara resmi nanti. Tunggu saja,” tandasnya.

Partai Gerindra sendiri mengatakan saat ini nama calon wakil presiden yang akan diusungnya sudah ada di kantong Prabowo Subianto. Namun, rupanya kancingnya masih terkunci.

“Nama cawapres memang sudah di kantong Pak Prabowo, tapi kantongnya masi dikancing,” jawab Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Kamis, 4/5.

Menanggapi pertemuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Muzani mengatakan, keduanya digadang-gadang layak menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

Menurut Muzani, baik Muhaimin dan Airlangga sama-sama masuk ke dalam nama yang dipertimbangkan oleh Prabowo. Namun tentunya, Gerindra lebih mengunggulkan Muhaimin Iskandar sebab memiliki perjanjian koalisi dengan partainya.

“Itu beberapa nama yang dipertimbangkan, tetapi yang pasti yang memberi support dan menandatangani akta perjanjian kan PKB 13 Agustus 2022, sudah hampir 8 bulan jadi saya kira dari sisi ini berkali-kali saya mengatakan PKB mendapatkan priviledge lebih awal karena awal itu penting,” jelas Muzani.

Muzani memastikan, cepat atau lambat nama pasti akan diputuskan. Sebab, Gerindra juga mempertimbangkan waktu pendaftaran pencalonan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Politik ada deadline iya, karena kita harus mendaftar dan memutuskan siapa dan siapa,” ujar Muzani.

Muzani juga mengatakan partainya memiliki perjanjian koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Salah satunya soal sosok calon presiden dan wakil presiden. Menurut Muzani, kedua posisi itu akan diisi sesuai dengan keputusan masing-masing ketua umum, yakni Prabowo dan Cak Imin.

“Dalam perjanjian itu di poin 4, penentuan nama capres dan calon wakil presiden dalam koalisi Gerindra PKB ditentukan Prabowo Subianto Ketua Umum Gerindra dan Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum PKB,” kata Muzani.

Muzani melanjutkan, jika nantinya PKB mendukung Prabowo sebagai calon presiden maka wakil presiden akan diserahkan ke Cak Imin untuk menentukannya.

“Jadi terserah Pak Muhaimin, tapi dari informasi yang kami dengar Pak Muhaimin sendiri yang mau maju,” jelas Muzani.*