Persaingan Manajer Baru Chelsea: Luis Enrique dan Julian Nagelsmann Favorit, Frank Lampard Jadi Back Up Plan

Luis Enrique dan Frank Lampard akan bersaing sebagai manajer baru Chelsea | Photo by : Sky Sports

FORUM KEADILANChelsea dikabarkan sedang bersiap untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Luis Enrique, yang bersaing dengan Julian Nagelsmann untuk mengisi pos manajer The Blues pasca dliengserkannya Graham Potter beberapa hari yang lalu.

Namun, tidak menutup kemungkinan klub menjadikan Frank Lampard, yang notabene adalah legenda Chelsea, sebagai pelatih sementara jika kedua nama diatas dianggap tidak cukup meyakinkan untuk mengambil alih posisi manajer sebelum musim ini berakhir.

Bacaan Lainnya

Lampard, yang merupakan eks pemain dan manajer Chelsea, dipandang cukup mumpuni untuk mengisi kekosongan sementara karena ia dianggap sudah mengenal klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini luar dalam.

Ia terpantau menghadiri laga Chelsea vs Liverpool yang berakhir imbang pada Selasa lalu dan ada peluang ia akan kembali ke mantan klubnya sebelum lawatan hari Sabtu ke Molineux.

Ini akan menjadi perkembangan yang menarik jika Lampard kembali ke Chelsea. Mantan gelandang Timnas Inggris itu dipecat setelah 18 bulan bertugas oleh mantan pemilik klub, Roman Abramovich.

Performa yang berantakan membuat Chelsea mengganti Lampard dengan Thomas Tuchel pada Januari 2021. Tuchel memenangkan Liga Champions empat bulan kemudian, tetapi dianggap tidak memiliki visi yang sama dengan Boehly dan Eghbali. Dia dipecat pada awal musim ini dan digantikan oleh Potter.

Penunjukan Lampard yang “hanya” sebagai ban serep nampaknya akan disambut baik oleh para pendukung, yang menilai dia sebagai pemain terhebat Chelsea. Perbaikan sementara mungkin diperlukan karena ketidakpastian seputar manajer interim saat ini, Bruno Saltor.

Pria Spanyol berusia 42 tahun itu adalah bagian dari staf Potter dan tidak memiliki pengalaman manajerial. Namun, Chelsea tidak menutup kemungkinan untuk tetap bertahan dengan Bruno yang ditopang oleh Ben Roberts dan Bjorn Hamburg.

Di lain sisi, duo pemilik dan pengendali Chelsea saat ini, Todd Boehly dan Behdad Eghbali, berkomitmen untuk melakukan proses yang menyeluruh dengan opsi-opsi yang mereka miliki saat ini sebelum menjatuhkan pilihan.

Mereka telah menempatkan direktur olahraga, Laurence Stewart dan Paul Winstanley, yang bertugas memeriksa para kandidat dan tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.

Chelsea, yang akan memainkan leg pertama perempat final Liga Champions melawan Real Madrid Rabu depan, sedang mempertimbangkan setidaknya lima pelatih.

Kandidat terfavorit kemungkinan besar adalah Luis Enrique dan Julian Nagelsmann, yang telah mendarat di London dan tampil mengesankan dalam diskusi awal.

Luis Enrique saat ini available setelah ia meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Spanyol pasca tampil mengecewakan di Piala Dunia 2022 lalu. Timnas Spanyol asuhan Enrique terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti melawan Maroko.

Di level klub, pelatih berusia 52 tahun ini pernah memenangkan treble bersama Barcelona pada tahun 2015 dan memiliki filosofi bermain dengan gaya menyerang yang cepat.

Sedangkan Julian Nagelsmann, yang dikabarkan sangat dikagumi oleh Behdad Eghbali, merupakan eks manajer Bayern Munich dan RB Leipzig yang juga dinilai sebagai salah satu manajer terbaik di Eropa saat ini.

Prestasi yang ia torehkan di Bundesliga bersama Bayern dan Leipzig membawa namanya berkibar di belantika percaturan manajer top Eropa. Terlebih usianya masih sangat muda, 35 tahun.

Namun, peristiwa pemecatannya pada bulan lalu sangat mengejutkan banyak pihak jika melihat hasil yang ia capai bersama Bayern.

Beberapa sumber yang telah dikonfirmasi percaya, bahwa sebetulnya posisi manajer baru The Blues telah “dialokasikan” untuk Nagelsmann. Tetapi ia telah mengisyaratkan keinginan untuk menunggu hingga musim baru berjalan sambil mencari tahu lebih banyak mengenai proyek besar Chelsea.

Begitupun Chelsea nampaknya juga perlu mempertimbangkan keadaan seputar pemecatan Nagelsmann saat di Bayern. Juara Bundesliga itu sempat khawatir dengan kepribadian dan kebiasaannya yang hobi mengutak-atik taktik.