Kabar Duka, Ketua Umum MUI DKI KH Munahar Muchtar Meninggal Dunia

Ketum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meninggal dunia
Ketum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meninggal dunia. | Ist

FORUM KEADILAN – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Munahar Muchtar dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, Sabtu, 1/4/2023 pukul 00.05 WIB dini hari.

Kepergian Almarhum KH Munahar Muchtar dibenarkan oleh Bendahara Umum MUI DKI KH Abi Ichwanuddin.  “Atas nama Dewan Pimpinan MUI DKI Jakarta mengucapkan terimakasih atas belasungkawanya,” terang Kiai Abi yang juga Wakil Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, seperti dilansir NU Online, Sabtu, 1/4/2023.

Bacaan Lainnya

Kiai Abi memohon keikhlasan kepada seluruh umat muslim Jakarta untuk kepergian almarhum Kiai Munahar serta membukakan pintu maaf atas kekhilafan semasa hidupnya.

“Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya bila almarhum ada salah dan khilaf dalam pergaulan sehari-hari,” ucapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jalal, Warakas, Tanjung Priok itu juga mengajak kaum muslimin, khususnya di Jakarta untuk mendo’akan mendiang Kiai Munahar.

“Diiringi do’a semoga almarhum husnul khatimah dan diterima segala amal ibadahnya. Amin,” tulisnya.

Sebelum dikabarkan wafat, mendiang Kiai Munahar diketahui telah melakukan podcast bersama H Rhoma Irama melalui akun youtube Rhoma Irama Official yang tayang 22 jam lalu.

Dalam salah satu pembicaraannya, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta 2015-2020 itu berkesempatan menyampaikan beberapa keutamaan yang terkandung di Ramadan.

Menurut dia, Ramadan adalah bulan yang berkah untuk siapa pun.

“Ramadan adalah bulan yang berkah untuk siapapun. Mau orang biasa, orang kaya, semuanya yang di sinilah kita diajarkan untuk peduli dalam hidup ini,” tutur Kiai Munahar.

Dalam kesempatan itu juga, Petinggi MUI DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan untuk membangkitkan jiwa sosial setinggi-tingginya antar sesama manusia.

“Makanya kan ada ayat begitu kan, ketika ada orang nanti di akhirat, ketika orang yang ada di dalam kubur itu mereka minta sama Allah. Ya Allah kalau seandainya bisa Ya Allah, aku bisa kembali lagi ke dunia, faashoddaqo, niscaya, aku akan bersedakah,” jelasnya.*