BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Sejumlah Wilayah ini

Ilustrasi gelombang tinggi. | ist
Ilustrasi gelombang tinggi. | ist

FORUM KEADILAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. BMKG memperkirakan gelombang tinggi mencapai 6 meter di sejumlah wilayah.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar perairan yang berpotensi diterjang gelombang tinggi untuk waspada.

Bacaan Lainnya

“Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan, kecepatan angin lebih 15 knot dan gelombang tinggi di atas 1,25 meter,” kata prakirawan BMKG Ryan Putra Pambudi, Jumat 10/2.

Sedangkan untuk kapal tongkang, kata Ryan, harus memperhatikan keselamatan pelayanan apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang tinggi di atas 1,5 meter. Sedangkan Kapal Ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang tinggi di atas 2,5 meter.

Sementara untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan gelombang tinggi di atas 4,0 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar Ryan.

Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Utara sampai Timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 sampai 20 knot.

Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Barat daya sampai Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5 sampai 35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Kepulauan Tanimbar sampai Kepulauan Kai, Aru dan Perairan Amamapare hingga Agats serta Laut Arafuru.

Berikut daftar wilayah yang berpotensi diterjang gelombang tinggi 1,25 sampai 6 meter, berlaku hingga Sabtu, 11/2/2023.

Tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di antaranya;

1.    Perairan Utara Sabang
2.    Perairan Barat Aceh
3.    Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias
4.    Perairan Kepulauan Mentawai
5.    Perairan Pulau Enggano sampai Bengkulu
6.    Teluk Lampung bagian Selatan
7.    Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias
8.    Selat Bali sampai Lombok, Alas sampai Sape bagian Selatan
9.    Selat Sumba
10.    Laut Sawu
11.    Selat Ombai dan Selat Wetar
12.    Laut Natuna Utara
13.    Perairan Utara Kepulauan Natuna
14.    Perairan Kepulauan Seribu
15.    Perairan Utara Jawa
16.    Laut Jawa
17.    Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar
18.    Laut Sumbawa
19.    Perairan Utara Pulau Flores
20.    Perairan Selatan Bau-Bau hingga Wakatobi
21.    Perairan Bitung sampai Likupang sampai Kepulauan Sitaro
22.    Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
23.    Laut Maluku
24.    Perairan Utara Kepulauan Sula
25.    Laut Seram
26.    Perairan Pulau Buru hingga Pulau Ambon
27.    Perairan Utara dan Timur Halmahera
28.    Laut Halmahera
29.    Perairan Raja Ampat sampai Manokwari sampai Biak
30.    Perairan Sorong hingga Fak-Fak

Tinggi gelombang 2,25 sampai 4 meter berpeluang terjadi di antaranya;

1.    Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung
2.    Perairan Barat Lampung
3.    Selat Sunda bagian Barat dan Selatan
4.    Perairan Selatan Banten hingga Pulau Sumbawa
5.    Perairan Selatan Pulau Sumba
6.    Perairan Pulau Sawu hingga Kupang sampai Pulau Rote
7.    Samudera Hindia Selatan Banten hingga NTT
8.    Laut Flores
9.    Laut Banda
10.    Perairan Kepulauan Sermata sampai Kepulayan Letti sampai Kepulayan Babar
11.    Perairan Kaimana sampai Agats hingga Yos Sudarso
12.    Perairan Merauke
13.    Perairan Jayapura
14.    Samudera Pasifik Utara Papua

Tinggi gelombang 4 sampai 6 meter berpeluang terjadi di antaranya;

1.    Perairan Kepulauan Tanimbar
2.    Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru
3.    Laut Arafuru. *