Hujan Disertai Angin Kencang Landa Jakarta-Bekasi, Begini Penjelasan BMKG

Tangkapan layar video hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Ancol. | ist

FORUM KEADILAN – Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 9/2/2023. Di Jakarta Utara, momen angin berembus kencang saat hujan hingga membuat pohon bergoyang hebat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Berdasarkan video yang beredar, hujan dan angin kencang tampak melanda sebuah parkiran hotel di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Pepohonan terlihat bergoyang cukup kuat. “Kurang lebih 10 menit angin kencangnya,” kata perekam video.

Bacaan Lainnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, tiga pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang pada Kamis, 9/2, di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Sementara di Jakarta Pusat, pohon tumbang ada di Jalan Cut Mutia, Kebon Sirih. Akibat peristiwa ini, 1 unit kabel listrik terdampak.

Hujan dan angin kencang juga melanda Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang. BPBD Kota Bekasi melaporkan ada enam titik pohon tumbang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, salah satu faktor terjadinya angin kencang tersebut adalah siklon tropis Freddy.

“Salah satu faktor adalah siklon tropis Freddy. Sesuai dengan analisis dari TCWC Jakarta pagi hari ini bahwa siklon tropis Freddy memberikan dampak berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta,” kata senior forecaster BMKG Muhammad Irsal, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 9/2.

Adapun faktor lainnya yaitu kondisi atmosfer. Menurut BMKG, ada kelembapan atmosfer yang signifikan sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat.

“Beberapa faktor lainnya dilihat dari kondisi dinamika atmosfer terkini adalah juga terpantau TC Gabrielle di Australia bagian timur dan pusat tekanan rendah di sekitar Australia bagian utara yang membentuk daerah pertemuan angin memanjang dari Lampung hingga Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” jelasnya.

“Kondisi OLR dan gelombang Kelvin yang aktif, kelembapan atmosfer, dan juga kondisi labilitas di sekitar Jawa bagian barat terpantau signifikan juga mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat,” lanjut Irsal.

Sebelumnya diberitakan, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, mengingatkan agar waspada terhadap dampak cuaca tidak langsung akibat Siklon Tropis Freddy dalam 24 jam ke depan.

BMKG melaporkan, intensitas Siklon Tropis Freddy diperkirakan akan meningkat dalam 24 jam ke depan, dan bergerak ke arah Barat – Barat Daya menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon Tropis Freddy saat ini terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 75 knot dan tekanan udara minimum sebesar 968 mb bergerak ke arah Barat – Barat Daya.

Dampak lain dari Siklon Tropis Freddy dalam 24 jam ke depan, menurut BMKG, potensi angin kencang lebih dari 25 knot di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. *