MUI Soroti Fenomena Ngemis Online, tak Dianjurkan dalam Agama

Ketua Umum MUI Anwar Abbas.
Ketua Umum MUI Anwar Abbas. | Ist

FORUM KEADILAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti fenomena ngemis online. Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan, ajaran agama Islam tidak menganjurkan umatnya untuk meminta-minta, tetapi berusaha untuk menjauhi dan menghindarinya.

“Agama Islam tidaklah menganjurkan umatnya untuk meminta-minta, tetapi harus berusaha untuk menjauhi dan menghindarkan diri dari perbuatan tersebut,” kata Anwar, Senin, 6/2/2023.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, dalam hal ini terlihat jelas dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang menganjurkan umat untuk tidak meminta-minta kepada orang lain.

“Bahkan, dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dikatakan bahwa seseorang yang selalu meminta-minta kepada orang lain, di hari kiamat ia akan menghadap Allah dalam keadaan tidak sekerat daging pun ada di wajahnya,” ujar dia.

Anwar mengutip dalam HR. Muslim No. 1041 yang mengatakan barang siapa yang meminta-minta kepada orang lain dengan tujuan untuk memperbanyak kekayaannya, sesungguhnya ia telah meminta bara api. Untuk itu terserah kepada mereka apakah mereka akan mengumpulkan bara api itu sedikit atau memperbanyaknya.

“Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agama islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja bagi memenuhi kebutuhan hidupnya dan menjauhi perbuatan meminta-minta, termasuk tentunya meminta-minta dan atau mengemis melalui media online seperti di tiktok,” katanya.

Menjamur di TikTok

Fenomena ngemis online belakangan ini menjamur di TikTok. Salah satunya, yakni aksi mandi lumpur hingga berjam-jam. Orang-orang itu rela melakukan hal aneh demi meraup saweran netizen.

Menteri Sosial (Mensos) RI telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk menindak maraknya fenomena ngemis online di media sosial Tiktok.

Edaran Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan Lainnya dapat diunduh di sini.*