KPK Lantik 21 Penyidik dan Penyelidik Baru

Acara pelantikan penyidik dan penyelidik baru KPK. | ist
Acara pelantikan penyidik dan penyelidik baru KPK. | ist

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melantik 21 orang penyidik dan penyelidik baru. Pelantikan berlangsung di aula gedung Juang Merah Putih KPK, Senin, 6/2/2023.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan KPK yakni Johanis Tanak dan Alexander Marwata, Sekretaris Jenderal Cahya H Harefa, serta sejumlah pejabat struktural KPK lainnya. Selain itu, hadir juga jajaran perwakilan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Polri.

Bacaan Lainnya

“Penambahan personel baru ini diharapkan menambah kapasitas organisasi khususnya dalam tugas penegakan hukum tindak pidana korupsi,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam keterangan tertulis resminya, Senin, 6/2.

Adapun pegawai yang dilantik hari ini yakni 10 orang penyelidik penugasan eksternal, terdiri dari 7 orang dari Polri dan 3 orang dari BPKP, 3 orang penyelidik internal dari PNS KPK, dan 8 orang penyidik eksternal dari Polri.

Berdasarkan Pasal 43 dan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, lanjut Tanak, dinyatakan bahwa penyidik dan penyelidik di KPK dapat diangkat dari sumber eksternal maupun internal KPK.

Sebelum dilantik, para personel ini telah mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dalam prosesnya, seluruh peserta dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk diangkat menjadi penyelidik dan penyidik KPK.

Nantinya, mereka akan bertugas memberantas korupsi sesuai UU dan arah kebijakan KPK. Khususnya di Bidang Penindakan dan eksekusi, dimana salah satunya mengedepankan optimalisasi pemulihan kerugian negara melalui empat faktor.

“Penanganan perkara melalui case building, penyelesaian perkara dengan mengoptimalkan TPPU, penyelesaian tunggakan kasus dan perkara, pengelolaan aset, benda sitaan dan barang rampasan negara,” jelas Tanak.

Kepada para pegawai yang dilantik, ujar Tanak, diminta melaksanakan arah kebijakan pimpinan tahun 2023. Tanak juga berpesan ihwal pentingnya menjaga integritas sebagai penyidik dan penyelidik KPK.

“Tanpa integritas yang kokoh maka lembaga ini juga tidak akan berdiri dengan kokoh. Integritas yang kokoh itu hanya dapat dibangun dengan keimanan, apa pun agama dan kepercayaan yang dianutnya,” pungkasnya. *