Sri Mulyani Sebut Tahun Politik 2023 Jadi Upaya Matangkan Demokrasi

Menkeu Sri Mulyani.
Menkeu Sri Mulyani. | Ist

FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan tahun politik 2023 bisa dijadikan upaya mematangkan demokrasi dan memperkokoh persatuan bangsa.

“Perbedaan adalah suatu kodrat. Enggak ada manusia yang diciptakan sama persis, even kalau Anda adalah kembar, manusia itu berbeda, itu adalah sesuatu yang memang kewajaran,” ujar Sri Mulyani dalam kuliah umum secara virtual di Jakarta, Jumat, 3/2/2023.

Bacaan Lainnya

Dia menilai kondisi tersebut adalah cara untuk mewadahi perbedaan dalam sebuah demokrasi yang baik adalah sesuatu yang harus dijaga bersama.

“Perbedaan tidak berarti saya benci sama kamu, karena kita tidak akan pernah sama. Bagaimana kita bisa beda tapi kita tetap menghormati dan punya komitmen bersama, membangun Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, kata Sri Mulyani, memasuki tahun politik 2023 bukanlah hal yang harus ditakuti.

Dia melanjutkan, APBN mendukung Pemilu, dan anggarannya disediakan memadai dan tetap prudent.

Maka dari itu pihaknya mendukung proses pemilu baik dari tahun 2022, 2023, dan 2024 nanti.

Total dukungan anggaran dari pemerintah untuk pemilu adalah sebesar Rp25,01 triliun.

Kendati demikian, kata Sri Mulyani, pagu ini bersifat sementara karena TA 2024 masih dalam perhitungan.

“18 partai sudah lolos, kita berharap semuanya yang akan masuk dalam arena kompetisi politik, semuanya yang akan menawarkan pada bangsa dan rakyat kita, sebuah masa depan bagi Indonesia dengan tata kelola yang baik dan dengan pilihan-pilihan kebijakan yang baik.” tegasnya.

Dia berpesan bahwa besar kecil, jatuh bangun, rusak majunya Indonesia tergantung dari kita sendiri.

“Lihat diri kita, dan saya yakin, dalam pemilu nanti, dengan keinginan untuk menjaga persatuan kesatuan, untuk merayakan pesta demokrasi. Pesta loh, bukan perang demokrasi, maka kita akan bisa maju,” ujar Sri.*