Puluhan Desa di Aceh Terendam Banjir, 20 Ribu Warga Mengungsi

Banjir Aceh
Warga menerobos banjir di Aceh untuk mengungsi. | Antara

FORUM KEADILAN – Puluhan desa di enam kabupaten di Aceh terendam banjir luapan. Banjir yang terjadi sejak Sabtu, 21/1/2023 itu, menyebabkan 20 ribu warga mengungsi.

Banjir terjadi setelah Aceh diguyur hujan lebat. Bahkan di beberapa tempat, hujan masih terjadi hingga hari ini, Senin, 23/1/2023.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas mengatakan, selain banjir, longsor juga terjadi di kawasan Aceh Tengah yang membuat arus lalu lintas terhambat. Kemudian jalan penghubung antar kabupaten di Beutong, Muara Tiga, Pidie amblas.

“Hingga siang ini, pengungsi yang terdata sudah 20.901 orang, hujan juga masih turun di sejumlah wilayah,” kata Ilyas, Senin, 23/1/2023.

Data BPBA, per hari ini, puluhan desa yang terendam banjir terletak di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Ketinggian banjir bervariasi antara 10 sentimeter hingga 3 meter.

Salah satu desa di Kabupaten Pidie terisolir akibat ketinggian air mencapai 3 meter. Petugas menyalurkan bantuan dengan menaiki perahu. Begitupun di kawasan Langkahan, Aceh Utara yang debit airnya kian tinggi.

“Petugas sudah mengevakuasi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan membuka dapur umum di tempat pengungsian,” ujarnya.

Pengungsi terbanyak akibat banjir yaitu di Bireuen sebanyak 7.106 orang, Aceh Utara 5.415 orang dan Pidie 3.696 jiwa. Warga rata-rata mengungsi ke Meunasah, rumah kerabat atau tempat lebih tinggi lainnya.

“Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang itu ketinggian air mencapai 3-3,5 meter,” imbuh Ilyas.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, sawah dan perkebunan.

Ratusan hektar lahan pertanian di Aceh Tamiang dilaporkan rusak. Selain itu, 30 rumah di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang mengalami rusak ringan.

“Kondisi saat ini dua kecamatan di Aceh Timur sudah surut airnya,” jelas Ilyas.*

banner 468x60