Kronologi Warga Bandung Jadi Korban Penipuan Modus Lowongan Kerja di Bekasi

Wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja. | ist

FORUM KEADILAN – Seorang warga Bandung, Jawa Barat, berinisial AS (23), menjadi korban penipuan dengan modus lowongan kerja. Modus ini memang sedang marak terjadi di sejumlah daerah.

Korban AS menuturkan, kejadian itu berawal dari postingan salah satu akun Facebook tak dikenal yang menginformasikan lowongan kerja sebagai pelayan di Restoran Saung Sunda Bekasi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi lowongan itu, gaji yang ditawarkan sebesar Rp3,8 juta per bulan. Selain itu, karyawan akan mendapat uang makan dan uang lembur, serta disediakan mess atau tempat tinggal.

Iming-iming itu membuat AS tergiur, dan tergerak menghubungi nomor yang tertera pada postingan tersebut.

Baca juga: Penipuan Modus Lowongan Kerja Kian Marak, Warga Bandung Jadi Korban

Saat menghubungi melalui pesan WhatsApp, AS semakin yakin keabsahan lowongan itu lantaran diberi link alamat untuk interview pada tanggal 28/12/2022, di Jalan Sentral Niaga Kalimalang Nomor 8, RT 001/RW 005, Kayuringin, Kota Bekasi. Tercantum pula nama Intan Adiputri sebagai orang yang harus ditemui untuk wawancara kerja.

Tanpa rasa curiga, AS datang jauh-jauh dari Bandung ke Bekasi untuk wawancara kerja. Setelah sampai di lokasi yang ternyata sebuah bangunan ruko, AS mulai merasakan ada yang aneh saat dirinya menanyakan ihwal orang yang bernama Intan Adiputri.

“Saya curiga, saya menanyai nama identitas atas nama ibu Intan itu, (orang yang ada di lokasi) malah saling menuduh dan HR disana bilang yang awal tadi bertemu itu mas, bu Intan,” ujar AS.

Tak lama kemudian, AS langsung diminta naik ke lantai dua dan bertemu dengan seseorang yang lagi-lagi ternyata bukan Intan.

Saat sesi wawancara, AS diberi penjelasan ihwal sejumlah keuntungan menjadi karyawan di sana, yang menggiurkan. Sampai akhirnya, orang yang mewawancarai AS itu meminta uang senilai Rp1,5 juta dengan dalih untuk biaya seragam dan sepatu. Padahal, di dalam info lowongan kerja, tak disebutkan ada biaya itu.

Saat itu, AS dipaksa membayar dan diinformasikan bisa langsung bekerja esok harinya.

“Orang-orang tersebut seperti memaksa untuk melunasi dana jaminan dan akan langsung bekerja esok harinya setelah full melunasi dana jaminan tersebut,” ungkap AS.

Kejanggalan lain dirasakan AS saat pelaku meminta uang untuk kedua kalinya. Namun, AS yang sudah mulai curiga langsung meminta uang yang telah diserahkan untuk dikembalikan. Namun usaha AS sia-sia, karena uangnya tak dikembalikan.

Baca juga: Waspada! Marak Penipuan Modus Lowongan Kerja di Facebook, 2 Motor Raib

AS harus menerima kenyataan bahwa dirinya menjadi korban penipuan dengan modus lowongan kerja.
Uangnya sebesar Rp1,5 juta sudah terlanjur diserahkan kepada pelaku, namun tak mendapat pekerjaan yang diharapkan.

Bahkan sampai sekarang, AS belum pernah melihat Restoran Saung Sunda yang disebut dalam lowongan pekerjaan itu.

“Saya harap lokasi (ruko) tersebut bisa ditindak atau ditutup dan dibuat jera orang-orangnya oleh pihak kepolisian,” tukas AS.

AS berharap, dari cerita pengalamannya ini dapat dijadikan pelajaran oleh para pencari pekerja agar tetap waspada dengan lowongan kerja bodong demikian.

“Lebih teliti dan lebih hati-hati saja untuk orang-orang yang mencari pekerjaan di luar sana. Khusus nya yang mencari info lowongan kerja di sosial media, terutama Facebook, dengan dalih gaji besar dan meyakinkan,” pesan AS.

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah dialami dua wanita warga Bandar Lampung. Mereka menjadi korban penipuan dengan modus lowongan kerja di Facebook. Akibatnya, dua unit motor dan uang senilai Rp2 juta dibawa kabur pelaku.*

Laporan Shifa Audia

 

banner 468x60