Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Dimulai

Kereta gantung rinjani
Ilustrasi kereta gantung. | ist

FORUM KEADILAN – Kereta gantung Rinjani mulai dibangun hari ini, Minggu, 18/12/2022. Diperkirakan, pembangunannya bakal menelan anggaran Rp2,2 triliun.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama investor asal China melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek kereta gantung ke Gunung Rinjani, Minggu siang.

“Kereta gantung ini merupakan proyek investasi yang luar biasa bagi peningkatan pariwisata yang selama ini dikembangkan pemerintah daerah,” kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat groundbreaking proyek kereta gantung tersebut, di Desa Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Minggu, 18/12/2022

Menurut Lalu, kereta gantung dari Desa Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah ke kawasan Gunung Rinjani itu, akan membuat kegiatan sektor pariwisata semakin meningkat.

Apalagi di wilayah selatan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang sudah menyelenggarakan berbagai event baik MotoGP dan WSBK.

“Ke depan akses pendukung menjadi pikiran kita bersama, bahkan kita akan kolaborasi dengan Pemprov NTB agar jalan menuju kereta gantung diperlebar dan kita akan bangun berbagai infrastruktur pendukung lainnya agar bagaimana segala sisi bisa berjalan,” ujar Lalu.

Sementara itu, Manajer PT Indonesia Lombok Resort, Mr Sicici mengatakan, momentum peletakan batu pertama ini merupakan momen yang sangat berbahagia karena bertepatan dengan HUT Provinsi NTB. Ia berharap dengan peletakan batu pertama ini menjadi awal cemerlang berbagai sektor di daerah itu.

“Kita berharap suport dari semua pihak karena ini tidak hanya berbicara tentang pariwisata dan ikon pembangunan saja,” ungkap Sicici.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, pembangunan kereta gantung sepanjang 10 kilometer dilakukan di luar area Taman Nasional Gunung Rinjani tepatnya di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Zul mengatakan, pembangunan kereta gantung Rinjani yang bakal menelan anggaran Rp 2,2 triliun itu, berada di luar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Zul bilang, kereta gantung ditarget selesai pada tahun 2025. Dengan adanya pembangunan kereta gantung Rinjani bakal menjadi Lombok pusat pariwisata dunia dengan mengedepankan perlindungan hutan kawasan.

“Jadi tidak hanya kereta gantung yang dibangun. Jadi di sekitar kawasan nanti akan terbangun sejumlah prasarana pariwisata lainnya yang akan terkoneksi resort dan sebagainya,” ujar Zul, dikutip dari detik.com.

Gubernur menyebut pembangunan kereta gantung Rinjani merupakan proyek terbesar yang bakal dikerjakan oleh Pemda NTB dengan menggandeng pengusaha asal China dari PT. Indonesia Lombok Resort.

“Jadi kereta gantung akan terintegrasi dengan wisata penunjang. Kita tidak main-main ya. Pembangunan ini tentu kita harus apresiasi,” kata dia.

Terkait analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan kereta gantung Rinjani, Zul belum bisa memberikan keterangan pasti terkait hal tersebut.

Namun, dia menilai pembangunan kereta gantung Rinjani bakal tetap memperhatikan kawasan hutan lindung di kaki Gunung Rinjani.

“Ini kan akan memberikan kemudahan para wisatawan. Nanti yang lanjut usia yang ingin menikmati keindahan alam gunung Rinjani bisa juga setelah menikmati event internasional kita,” jelasnya.

Dengan adanya kereta gantung Rinjani akan menjadikan lokasi wisata favorit untuk menikmati keindahan bukit-bukit di area kawasan Rinjani.

“Jadi orang yang umur 60-70 tahun bisa mendaki ke Rinjani. Jika ada yang protes ini itu kan wajar karena ada miskomunikasi saja. Untuk porter (jasa angkut barang pendakian) tetap ada juga. Kita akan coba upgrade pengetahuan porter,” jelas dia. *