Rabu, 11 Maret 2026
Menu

UNICEF: Lebih dari 500 Anak Tewas di Ukraina Akibat Agresi Militer Rusia

Redaksi
Seorang anak digendong ayahnya di antara puing-puing bangunan yang hancur di Ukraina pasca agresi militer Rusia. | ist
Seorang anak digendong ayahnya di antara puing-puing bangunan yang hancur di Ukraina pasca agresi militer Rusia. | ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyatakan, lebih dari 500 anak tewas di Ukraina sejak Rusia melancarkan agresi militer terhadap negara itu.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan, angka kematian anak sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi daripada angka yang diverifikasi oleh UNICEF.

”Ini adalah sejarah tragis lainnya bagi anak-anak dan keluarga Ukraina. Sejak eskalasi perang pada Februari 2022, sedikitnya 501 anak telah terbunuh,” kata Russel di Twitter, dikutip Selasa, 4/4/2023.

Russell juga bilang, hampir 1.000 anak telah terluka, mengalami luka dan bekas luka, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang dapat berlangsung seumur hidup.

”Di balik setiap angka ada keluarga yang tercabik-cabik dan berubah selamanya. Ini menyayat hati,” kata dia.

”Pada akhirnya, anak-anak dan keluarga membutuhkan kedamaian, (tetapi) hal itu datang terlalu lambat,” tambah Russel.

Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina,  salah satu negara tetangganya di sebelah barat daya, pada 24 Februari 2022 lalu. Operasi tersebut menandai peristiwa penting dalam perang Rusia dan Ukraina yang dimulai sejak 2014.

Invasi tersebut menyebabkan sepertiga penduduk Ukraina untuk berpindah dan lainnya dari 7 juta orang Ukraina meninggalkan negaranya, yang memicu krisis pengungsi Eropa yang paling cepat sejak Perang Dunia II. *