Selasa, 15 September 2026
Menu

Golkar Bakal Perketat Seleksi Pengurus Partai Usai Fahd A Rafiq Terjerat Kasus Hukum Tiga Kali

Redaksi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Partai Golkar bakal memperketat proses seleksi calon pengurus partai setelah Ketua DPP Golkar Fahd A Rafiq kembali terjerat kasus hukum untuk ketiga kalinya.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi partai dalam menentukan calon pengurus di masa mendatang.

“Ya mungkin untuk yang ketiga kali ini akan kami lebih serius lagi untuk bisa menyeleksi siapa-siapa calon-calon pengurus nanti yang akan datang,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15/9/2026.

Meski begitu, Doli mengakui Fahd A Rafiq memiliki kontribusi terhadap Partai Golkar. Menurutnya, kontribusi tersebut tidak dapat diabaikan dalam menilai kinerja kader maupun partai.

“Walaupun sekali lagi, sebetulnya Saudara Fahd A Rafiq ini nggak bisa kita bantah bahwa memang mereka-mereka ini punya kontribusi buat Partai Golkar,” ujarnya.

Contohnya, kontribusi Fahd dalam Pemilu 2024. Ia menyebut, Fahd turut membantu istrinya hingga berhasil menjadi anggota DPR, serta mendukung kakaknya yang kemudian terpilih sebagai bupati.

“Artinya, katakanlah ada misalnya soal pemilu kemarin ya, beliau juga cukup berhasil membantu istrinya jadi anggota DPR, terus kemudian kakaknya jadi bupati,” jelasnya.

Namun Doli menegaskan, kontribusi politik tersebut tidak menghapus persoalan hukum yang menjerat Fahd. Ia menyebut, Partai Golkar telah berulang kali mengingatkan seluruh kader, khususnya pejabat publik, agar berhati-hati dan tidak melakukan penyalahgunaan kewenangan.

“Kita sering mengingatkan kepada seluruh jajaran partai, bukan hanya Saudara Fahd A Rafiq, kepada seluruh jajaran partai agar, apalagi pejabat publik, memang harus hati-hati. Kita harus hati-hati, harus selalu ikut menegakkan aturan, tidak melakukan abuse, penyelewengan atau pelanggaran, apalagi korupsi,” tegasnya.

Karena itu, kasus hukum yang kembali menjerat Fahd akan menjadi catatan penting bagi Partai Golkar dalam menentukan langkah ke depan.

“Sudah diingatkan berkali-kali, ini bukan hanya diingatkan, udah terjerumus dua kali. Nah, sampai terjerumus ketiga kali, saya kira ke depan akan menjadi pertimbangan partai apakah nanti dia lolos atau kemudian nanti selesai dari hukumannya, saya kira memang ini akan jadi catatan penting,” katanya.

Doli menilai, kasus yang telah terjadi untuk ketiga kalinya menjadi persoalan serius. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa kesempatan yang telah diberikan kepada Fahd selama ini seharusnya menjadi pelajaran bagi partai.

“Ini sudah tiga kali, ya mungkin cukuplah. Artinya dua kali dikasih kesempatan untuk bersama-sama ngurusin partai, ya ternyata kan ini bisa kita sebut tidak bisa jaga nama baik partai,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari