Jumat, 31 Juli 2026
Menu

Kaesang Disebut Akan Maju Nyaleg Dapil Jateng V, Pengamat: Pemilu 2029 Jadi Ujian Warisan Politik Jokowi

Redaksi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep | Instagram @ketumpsi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep | Instagram @ketumpsi
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan kesiapannya maju sebagai calon anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu 2029. Langkah tersebut dinilai bukan sekadar membuka peluang persaingan dengan Puan Maharani, tetapi juga menjadi ujian bagi keberlanjutan pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli mengatakan, Dapil Jawa Tengah V merupakan arena politik yang memiliki makna lebih luas dibanding sekadar perebutan suara legislatif.

Menurut dia, wilayah tersebut menyimpan memori politik Jokowi, menjadi basis kekuatan elektoral PDI Perjuangan, sekaligus menjadi panggung bagi PSI untuk membuktikan apakah partai tersebut mampu membangun pijakan politik yang permanen.

“Namun, pertaruhan terbesar sesungguhnya bukan berada pada Puan maupun Kaesang,” kata Nasarudin kepada Forum Keadilan, Jumat, 31/7/2026.

Ia menilai, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah Jokowisme dapat bertahan tanpa kehadiran langsung Jokowi sebagai figur utama.

“Selama ini kekuatan Jokowi lahir dari hubungan langsung antara pemimpin dan rakyat. Eksistensinya merupakan fenomena politik yang sangat personal. Akan tetapi, sejarah politik menunjukkan bahwa kharisma tidak selalu mudah diwariskan menjadi institusi,” ujarnya.

Nasarudin menjelaskan, dalam ilmu politik terdapat konsep routinization of charisma, yakni proses transformasi pengaruh personal seorang pemimpin menjadi organisasi politik yang mampu bertahan melampaui figur pendirinya.

Menurut dia, Pemilu 2029 berpotensi menjadi laboratorium terbesar untuk menguji proses tersebut.

Apabila Kaesang mampu meraih kursi DPR sekaligus mengantarkan PSI melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold), kata dia, publik akan melihat bahwa pengaruh Jokowi berhasil dikonversi menjadi kekuatan politik yang bersifat institusional.

Sebaliknya, apabila PSI kembali gagal masuk parlemen, dampaknya dinilai jauh lebih besar daripada sekadar kekalahan sebuah partai.

“Kegagalan itu dapat dibaca sebagai indikasi bahwa popularitas personal tidak otomatis berubah menjadi loyalitas organisasi. Pemilih mungkin mencintai Jokowi sebagai figur, tetapi belum tentu memilih PSI sebagai institusi politik,” ucapnya.

Karena itu, Nasarudin menilai, kontestasi di Dapil Jawa Tengah V bukan semata soal siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan menjadi ujian terhadap kemampuan sebuah warisan politik menemukan bentuk kelembagaannya.

“Pada akhirnya, Kaesang mungkin tidak sedang berusaha mengalahkan Puan. Sebaliknya, Puan pun mungkin tidak semata-mata berusaha mengalahkan Kaesang. Keduanya sedang memasuki arena yang lebih besar, yakni perebutan legitimasi atas masa depan lanskap politik Solo Raya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam politik, legitimasi sering kali jauh lebih bernilai dibandingkan kemenangan numerik semata.

Menurut Nasarudin, kontestasi tersebut juga menarik karena berpotensi mempertemukan dua figur yang sama-sama memiliki hubungan genealogis dengan dua presiden terdahulu. Kondisi itu menghadirkan tensi politik yang mungkin tidak selalu tampak di permukaan, tetapi memiliki makna strategis terhadap arah konfigurasi politik nasional menjelang Pemilu 2029.

Diketahui, Kaesang bakal maju dalam Pemilu 2029 sebagai calon anggota DPR dari Dapil Jateng V yang meliputi Solo, Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten.

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan bahwa majunya Kaesang Pangarep sebagai calon anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah (Jateng) V sudah penuh perhitungan.

“Karena dapil itu dianggap sebagai dapil yang tough, maka Ketua Umum kami itu sudah sangat penuh perhitungan untuk turun di wilayah itu,” ujar Bestari, dikutip Jumat, 31/7.

“Kami sangat ingin bahwa 2029 ini dengan seluruh faktor yang ada untuk memenangkan PSI dan membawa PSI ke Senayan, tentu dalam angka-angka yang membanggakan,” pungkas Bestari.*

Laporan oleh: Muhammad Reza