Sabtu, 23 Mei 2026
Menu

Demo Besar ‘Unite the Kingdom” di London

Redaksi
Puluhan ribu warga turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk “Unite the Kingdom” yang terjadi di Ibu Kota Inggris, London, pada akhir pekan lalu. | Ist
Puluhan ribu warga turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk “Unite the Kingdom” yang terjadi di Ibu Kota Inggris, London, pada akhir pekan lalu. | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Puluhan ribu warga turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk “Unite the Kingdom” yang terjadi di Ibu Kota Inggris, London, pada akhir pekan lalu.

Peserta demo hingga penyelenggara tokoh sayap kanan anti-Islam dan Imigran, Tommy Robinson, menyampaikan konservatifnya dalam demo pada Sabtu, 16/5/2026.

“Jutaan orang harus pergi,” kata Pete merujuk ke jutaan imigran di Inggris.

“Mereka seharusnya tidak berada di negara ini. Mereka mengklaim tunjangan. ‘Benefit Britain’ harus diakhiri,” tambahnya.

Robinson pun memanfaatkan momen untuk menyinggung Pemilu selanjutnya di tengah gejolak internal pemerintah Inggris.

“Apakah kalian siap untuk Pertempuran Britania?” tanya dia ke para pendukungnya yang memadati Parliament Square.

Menjelang pemilihan umum berikutnya, Robinson menyebut para pendukung nya harus terlibat dan menjadi aktivis.

“Atau kita akan kehilangan negara kita selamanya,” tuturnya.

Pemilu di Inggris akan digelar pada 2029. Tetapi, seruan agar Perdana Menteri Keir Starmer mundur terus menggema dan memicu pertanyaan apakah pemerintahan saat ini dapat bertahan selama ini.

Demo “Unite the Kingdom” sendiri disebut tidak berafiliasi dengan Partai politik mana pun, namun menarik pendukung dari beberapa Partai.

Banyak peserta pawai mengenakan warna turquoise yang merupakan simbol khas Partai sayap kanan garis keras Reform UK, yang dipimpin Nigel Farage, arsitek utama Brexit dan sekutu Presiden AS Donald Trump.

Reform UK melonjak dalam pemilihan lokal pekan lalu dan berhasil membuat Partai Buruh Starmer terpuruk. Demo besar-besaran ini dikawal Kepolisian Metropolitan London. Mereka juga meluncurkan operasi pengamanan “signifikan” di tengah kekhawatiran pawai Unite the Kingdom dapat bentrok dengan demonstrasi pro-Palestina di tempat lain di kota saat itu.

Kepolisian Metropolitan lalu menyatakan sudah melakukan 11 penangkapan atas berbagai pelanggaran.

Sebagai informasi, Robinson pada 2004 pernah menuai kecaman usai dituding sebagai biang kerok anti-imigran dan Islam buntut penikaman tiga anak di Merseyside pada Agustus 2024 lalu.

Aktivitas provokasinya telah diketahui sejak menjadi pimpinan kelompok Islamofobia, English Defence League (EDL). Kelompok yang dituding jadi biang kerok kerusuhan di Merseyside.

EDL banyak diisi oleh hooligan sepak bola dan sering menggelar demonstrasi di jalan yang menentang Muslim hingga bentrok dengan demonstran anti-fasis.

EDL juga pernah terungkap punya hubungan dengan aktivitas sayap kanan Norwegia Anders Behring Breivik, sebagai pelaku serangan bom dan penembakan pada Juli 2011 yang menewaskan 77 orang.

Pada Desember 2011, dua pendukung EDL juga dihukum karena berencana mengebom sebuah masjid di Stoke-on-Trent

Lalu pada 2013, Robinson mundur dari EDL dan mengklaim tidak mampu mengendalikan pengikut kelompok ini akibat terlalu ekstrem.

Walaupun sudah hengkang dari EDL, pengaruh Robinson masih kuat di media sosial. Robinson sendiri adalah mantan anggota Partai Nasional Inggris (British National Party/BNP) yang pernah dipenjara karena kasus penyerangan. *