Rabu, 20 Mei 2026
Menu

Prabowo Tergetkan Ekonomi Tumbuh Sampai 6,5 Persen pada 2027

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu, 20/5/2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan sendiri Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen sampai 6,5 persen pada 2027. Menurutnya, pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia tujuh tahun terakhir adalah 5 persen. Akan tetapi, dirinya mengakui walaupun ekonomi melaju, namun kelas menengah menurun dan kemiskinan malah meningkat.

Selain terkait pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan angka inflasi berada di kisaran 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen.

Kemudian, dari segi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada pada kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ungkap Prabowo.

Lalu, suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3 persen. Sementara itu di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan US$70-90 per barel. Kemudian, lifting minyak mentah 602-615 ribu barel per hari. Lifting gas bumi 934 ribu barel setara minyak per hari hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Di sisi lain, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara pada kisaran 11,82 sampai 12,40 persen dari PDB; belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB; dan defisit dijaga pada kisaran 1,8 sampai 2,4 persen dari PDB.

“Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit,” tutur Prabowo.*