Selasa, 12 Mei 2026
Menu

Kaget Hasil Skrining Kesehatan Anak Sekolah, Kabakom: Banyak Anak Alami Tekanan Darah Tinggi

Redaksi
Mensos Saifullah Yusuf bersama dengan Kabakom Muhammad Qodari, di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 6/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Mensos Saifullah Yusuf bersama dengan Kabakom Muhammad Qodari, di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 6/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kepala Badan Komunikasi (Kabakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan hasil skrining kesehatan terhadap anak sekolah yang dilakukan dalam periode 1 Januari hingga 3 Mei 2026. Hasil tersebut menunjukkan temuan yang mengejutkan, termasuk meningkatnya kasus tekanan darah tinggi pada anak usia sekolah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), skrining telah dilakukan terhadap 4,8 juta anak di 48.000 sekolah di seluruh Indonesia. Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah masalah kesehatan yang cukup signifikan.

Sebanyak 41 persen atau sekitar 1,1 juta anak tercatat mengalami gigi berlubang. Sementara itu, 22,1 persen atau sekitar 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah. Selain itu, sebanyak 8,6 persen atau sekitar 239.000 anak ditemukan mengalami penumpukan kotoran di telinga.

“Waduh, anak-anak sudah mulai darah tinggi ya. Fenomena baru ini, anak-anak sudah darah tinggi,” katanya dalam konferensi pers, di Kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu, 6/5/2026.

Ia mengaku terkejut dengan temuan tersebut, terutama karena tekanan darah tinggi selama ini lebih identik dengan kelompok usia dewasa.

“Saya pribadi terus terang terkejut juga, sekarang darah tinggi itu sudah melanda anak-anak sekolah. Kalau tidak ada skrining ini, kita tidak tahu. Artinya sudah harus ada analisa yang lebih mendalam,” ujarnya.

Qodari juga mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dapat berujung pada gangguan jantung di kemudian hari. Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya beban biaya kesehatan.

Lebih lanjut, dari total peserta yang telah menjalani skrining, sebanyak 1,4 juta orang telah mendapatkan tindak lanjut penanganan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 16,8 juta peserta dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang memerlukan penanganan lanjutan.

Adapun kelompok usia dewasa antara 18 hingga 59 tahun mendominasi peserta skrining dengan porsi 60 persen. Sementara itu, anak usia sekolah 7 hingga 18 tahun mencapai 16 persen dari total peserta.*

Laporan oleh: Novia Suhari