Senin, 04 Mei 2026
Menu

PKB Minta Amien Rais Utamakan Keadaban Politik, Hindari Pernyataan Tanpa Data

Redaksi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hassanudin Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hassanudin Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hassanudin Wahid, menanggapi munculnya pernyataan kontroversial Dewan Pembina Partai Ummat Amien Rais yang menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya melalui sebuah video.

Hassanudin menilai, pernyataan tersebut tidak membawa manfaat signifikan bagi kepentingan bangsa. Ia bahkan menyebut, jika terus dibicarakan, justru akan membuat Amien Rais kembali menjadi sorotan publik.

“Kalau dibicarakan terus, Amien Rais jadi terkenal lagi menurut saya. Lebih baik bicara hal lain yang lebih penting untuk bangsa. Apakah pembicaraan itu penting? Saya pikir tidak,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4/5/2026.

Ia menekankan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, aspek kepantasan dan keadaban politik harus dijunjung tinggi oleh setiap tokoh publik. Menurutnya, siapa pun, baik tokoh bangsa maupun politisi, perlu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terlebih jika menyangkut figur publik lainnya.

“Dalam negara demokrasi yang matang, keadaban itu penting. Kalau menyampaikan sesuatu harus ada alasan, data, dan bukti. Kalau tidak ada, untuk apa disampaikan?” ujarnya.

Lebih lanjut, Hassanudin mengajak para tokoh bangsa untuk memfokuskan energi pada isu-isu strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat, seperti tantangan krisis global akibat konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.

Ia menilai, perhatian terhadap persoalan global seperti konflik Iran, perang Ukraina, hingga kenaikan harga minyak dunia seharusnya menjadi prioritas bersama dibandingkan memperdebatkan isu personal.

“Lebih baik semua tokoh bangsa bersatu membantu pemerintah agar negara ini bisa keluar dari dampak krisis global. Itu jauh lebih penting daripada membahas hal-hal personal,” tegasnya.

Hassanudin juga mengingatkan bahwa pernyataan tanpa dasar yang jelas berpotensi merusak kualitas demokrasi dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Bagi kami, keadaban politik itu penting. Bicara tanpa data itu sangat mengkhawatirkan bagi demokrasi. Membuat gaduh bukan hal yang dibutuhkan bangsa saat ini,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari