Senin, 27 April 2026
Menu

Dorong Evaluasi Kabinet, Golkar: Menteri Tak Produktif Diganti

Redaksi
Para Menteri Kabinet Merah Putih Berfoto Bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 21/10/2024 | Instagram @sekretariat.kabinet
Para Menteri Kabinet Merah Putih Berfoto Bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 21/10/2024 | Instagram @sekretariat.kabinet
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, menyampaikan pandangannya terkait wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang kembali mencuat. Ia menegaskan bahwa persoalan utama pemerintahan saat ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan memastikan kinerja kabinet berjalan optimal sesuai visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Apalagi, pembentukan Kabinet Merah Putih dimaksudkan untuk mengakomodasi berbagai potensi bangsa, dengan para menteri sebagai tim solid yang menerjemahkan visi Presiden ke dalam kebijakan operasional. Konsolidasi internal pun telah dilakukan melalui retret kabinet guna menyatukan persepsi dan langkah kerja.

Sejalan dengan itu, Idrus menilai, tidak bijak jika kritik publik justru mengarah pada tuntutan agar Presiden mundur. Ia menegaskan, persoalan utama berada pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.

“Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta Presiden turun. Masalahnya bukan pada Presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 27/4/2026.

Ia menjelaskan, reshuffle bukan sekadar evaluasi kinerja, tetapi juga strategi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan koordinasi, serta efektivitas dalam menjalankan agenda negara. Menurutnya, isu reshuffle juga tidak bisa dipisahkan dari harapan publik terhadap efektivitas kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Reshuffle yang tepat bisa menjadi energi baru bagi penyesuaian strategi pemerintahan agar lebih responsif terhadap situasi ekonomi, sosial, maupun politik,” ujarnya.

Idrus menekankan pentingnya revitalisasi jajaran kabinet guna mendorong akselerasi kinerja yang lebih efektif dan produktif, termasuk dalam menjalankan agenda prioritas seperti Asta Cita. Ia pun mendorong agar Presiden melakukan evaluasi terhadap para menterinya secara objektif dan berbasis data.

“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” tegasnya.

Selain itu, Idrus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan yang objektif dan konstruktif kepada pemerintah. Menurutnya, kritik yang berbasis fakta akan membantu menciptakan pemerintahan yang lebih solid dan responsif.

Ia menegaskan, reshuffle merupakan instrumen sah dalam sistem presidensial dan dapat digunakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kabinet.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari