Iran Umumkan Buka Selat Hormuz
FORUM KEADILAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa Selet Hormuz dibuka sepenuhnya untuk semua kapal komersial. Keputusan tersebut hanya berlaku selama periode gencatan senjata 10 hari di Lebanon.
Dilansir berdasarkan Al Jazeera dan Reuters, pada Jumat, 17/4/2026, Abbas Araqchi, menyampaikan bahwa melalui sebuah unggahan di X. Ia menyatakan jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz “dinyatakan sepenuhnya terbuka”.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” kata Araqchi dalam unggahannya.
Ia menyatakan jalur 20 persen minyak dunia tersebut akan dibuka selama sisa periode gencatan senjata di Lebanon. Gencatan senjata di Lebanon sebelumnya ditetapkan berlangsung selama 10 hari.
Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis, 16/4/2026 pagi waktu AS, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dimulai pada tengah malam waktu setempat, di Tel Aviv maupun Beirut.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST,” kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.
Pengumuman tersebut disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, yang dimediasi AS, pada Selasa, 14/4/2026.
Sebagai informasi, Lebanon sejak 2 Maret lalu rentetan serangan udara Israel sudah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tel Aviv juga turut mengerahkan pasukan darat ke wilayah Selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya. *
