Selasa, 01 September 2026
Menu

DPR Janji Tangani Serius Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Jabar

Redaksi
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (paling kiri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (paling kiri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menanggapi kondisi kekeringan dan kelangkaan air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar). Setidaknya sekitar 647.468 jiwa warga terdampak krisis air bersih akibat bencana kekeringan yang meluas di 27 kabupaten/kota.

Saan mengatakan, DPR telah mengantisipasi persoalan tersebut dengan turun langsung ke daerah yang terdampak kekeringan, salah satunya Kabupaten Cirebon.

“Ya, terkait dengan kekeringan ya, di terutama di Jawa Barat, DPR sudah mengantisipasinya. Seperti hari Minggu yang lalu pimpinan DPR ke Cirebon, memang itu daerah yang sangat terdampak,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 1/9/2026.

Dalam kunjungan tersebut, kata Saan, pimpinan DPR turut berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) serta balai terkait untuk mencari langkah penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

“Kami ke Cirebon beserta dengan Dirjen SDA (Sumber Daya Air), bahkan juga dengan Balai semua, semua stakeholder, untuk sama-sama menangani daerah-daerah yang kekeringan,” ujarnya.

Menurut Saan, penanganan krisis air bersih akibat kekeringan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, DPR, hingga pemerintah daerah. Ia menegaskan, DPR akan terus mendorong agar persoalan kekeringan dan kekurangan air bersih dapat ditangani secara serius, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah dan DPR beserta seluruh jajaran pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota untuk menangani bencana kekeringan ini dan kekurangan air bersih buat masyarakat itu secara serius. Jadi sudah mulai DPR melakukannya,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari