Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
FORUM KEADILAN – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan setiap kapal yang mencoba melintasi jalur itu akan menjadi target.
Pernyataan tersebut disampaikan kurang dari 24 jam setelah sempat kembali Selat.
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) pada Sabtu, 18/4/2026, Angkatan Laut IRGC Iran mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz berlaku hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat penangkarannya di Teluk Persia dan Laut Oman,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC Iran, dikutip dari Al Jazeera pada Senin, 20/4/2026.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali Teheran.
Bagher menilai keputusan Washington menerapkan blokade dalam beberapa hari terakhir sebagai keputusan yang ceroboh.
“Ini adalah keputusan yang ceroboh dan bodoh,” ujar Mohammad Bagher Ghalibaf.
Sebagai informasi, pengumuman dibukanya Selat Hormuz keluar seiring gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon.
Saat itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan jalur air itu terbuka sepenuhnya bagi kapal komersial, yang sempat mendorong harga minyak global turun.
Lebih dari selusin kapal komersial dilaporkan sempat melintas sebelum IRGC mengeluarkan pernyataan penutupan kembali.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan kapal cepat Iran sempat menembaki dua kapal komersial ketika Selat Hormuz ditutup lagi.
Kementerian Luar Negeri India juga menyatakan dua kapal berbendera India terlibat dalam sebuah insiden penembakan di kawasan Selat Hormuz.
Sejumlah kapal dagang dilaporkan menerima pesan radio dari Angkatan Laut IRGC yang memperingatkan agar tidak melintasi Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan Iran tidak dapat memeras Washington dengan menutup Selat Hormuz.
Trump memperingatkan akan mengakhiri gencatan senjata bila kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu pada Rabu, 22/4/2026. Trump juga menegaskan blokade angkatan laut terhadap Iran akan tetap berlaku.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa angkatan laut negaranya siap memberikan “kekelahan pahit” kepada musuh-musuhnya. *
