Jumat, 06 Maret 2026
Menu

OPPI Desak Polri Tangkap Aktor Intelektual di Balik Pembunuhan Ermanto Usman

Redaksi
Pengurus Perkumpulan Pensiunan JICT Ermanto Usman | YouTube Forum Keadilan TV
Pengurus Perkumpulan Pensiunan JICT Ermanto Usman | YouTube Forum Keadilan TV
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Perkumpulan Purna Bhakti Pelabuhan Bersatu (OPPI) buka suara terkait kasus pembunuhan Pensiunan Pelabuhan Indonesia sekaligus aktivis pengungkap dugaan korupsi pelabuhan, Ermanto Usman.

OPPI memandang bahwa kasus ini bukan hanya kriminalitas biasa, namun serangan langsung terhadap gerakan anti-korupsi yang selama ini aktif digaungkan oleh Ermanto Usman terkait penyimpangan pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Menurut OPPI, peristiwa ini juga menunjukan adanya upaya sistematis untuk membungkam patisipasi publik dalam pemberantasan korupsi Indonesia.

“Kami memandang peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan langsung terhadap gerakan anti-korupsi dan upaya sistematis untuk membungkam partisipasi publik dalam pemberantasan korupsi di Indonesia,” tulis OPPI dalam keterangan yang diterima Forum Keadilan, Jumat, 6/3/2026.

OPPI kemudian mendesak sejumlah pihak untuk turut aktif dalam pengusutan kasus pembunuhan ini.

Pertama, OPPI mendesak kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolres Bekasi untuk segera mengungkap pembunuhan, menangkap pelaku lapangan, dan mengungkap aktor intelektual (mastermind) di balik pembunuhan Ermanto Usman secara transparan dan akuntabel.

“Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), agar melakukan monitoring dan investigasi secara independen atas dugaan pelanggadan HAM dan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian pembela HAM yang merupakan aktivis anti-korupsi ini,” ujar OPPI.

Kemudian, OPPI juga mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk dapat memberikan perlindungan saksi secara maksimal kepada keluarga korban dan saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Terakhir, OPPI meminta Pemerintah Pusat untuk bisa menjamin keamanan kepada para aktivis/pembela HAM supaya terhindar dari intimidasi dan serangan secara fisik.

Selain itu, OPPI mengaku akan terus mengawal jalannya pengusutan kasus ini. OPPI juga menegaskan bahwa kasus kematian Ermanto Usman ini tidak menghentikan partisipasi mereka dalam memberantas korupsi.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai aktor intelektualnya ditangkap dan diadili, terhadap kematian aktivis anti-korupsi tidak akan menghentikan semangat kami sebagai warga negara Republik Indonesia ikut berpartisipasi dalam memberantas korupsi,” tegas OPPI.

Diketahui, Polres Metro Bekasi Kota telah menggelar oleh tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus kematian aktivis pengungkap dugaan korupsi pelabuhan, Ermanto Usman.

Kapolres Bekasi Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus kematian Ermanto yang berlokasi di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

“Mohon doanya supaya segera terungkap. Semuanya masih dalam penyelidikan,” katanya kepada wartawan, Selasa, 3/3.

Saat ditanya terkait dugaan kematian Ermanto yang diduga dibunuh karena aktivisme yang diperjuangkan, Wahyu menjawab bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan Kepolisian.

“Semua masih dalam penyelidikan ya, mohon waktu ya, mohon dukungannya. Kalau ada saksi-saksi yang bisa memberikan keterangan, informasi-informasi, kami dengan senang hati bisa menampungnya,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, kakak kandung korban berinisial DA meminta kepada aparat Kepolisian untuk mengusut kematian Ermanto sampai tuntas.

Meski Ermanto dikenal aktif sebagai aktivis, pihak keluarga belum ingin berspekulasi terkait penyebab kematiannya.

“Tentunya keluarga kami tidak dalam kapasitas untuk menyampaikan, menyatakan apakah ini perampokan, memang apakah pembunuhan berencana. Itu semuanya menjadi kewenangan daripada Kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, Ermanto Usman diserang oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 2/3, dini hari.

Dirinya meninggal di Rumah Sakit Primaya, Bekasi Barat. Selain Ermanto, istrinya juga menjadi korban dalam tragedi tersebut dan kini masih dalam kondisi kritis.*

Laporan oleh: Puspita Candra Dewi