DPR Bahas Rencana Impor 105 Ribu Pikap India dengan Pimpinan Serikat Pekerja
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Dasco menegaskan, pembahasan mencakup sejumlah isu terkini, termasuk rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Pertama untuk meminta sejumlah penjelasan, yang kedua untuk memberikan masukan-masukan. Ada beberapa hal yang kami sudah diskusikan dan tadi juga saya jelaskan, terutama mengenai beberapa hal yang dalam beberapa hari ini menjadi isu, antara lain misalnya termasuk mobil pick up yang 105 ribu tadi,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3/3/2026.
Dasco menjelaskan, setelah Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air, dirinya menggelar rapat bersama Presiden, PT Agrinas, serta sejumlah menteri terkait untuk membahas lebih lanjut isu tersebut. Hasil pembahasan awal itu juga telah disampaikan kepada perwakilan organisasi pekerja yang hadir dalam pertemuan.
“Bagaimana kemudian setelah Presiden kembali, saya mengadakan rapat baik dengan Pak Presiden, Agrinas, maupun sejumlah menteri. Dan tadi saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan organisasi pekerja ini,” katanya.
Sementara itu, Andi Gani menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya turut menanyakan secara langsung mengenai rencana impor pikap dari India. Menurutnya, Dasco telah memberikan penjelasan bahwa perusahaan yang dimaksud berencana membuka investasi dalam jumlah cukup besar di Indonesia.
“Kami tadi juga menyampaikan mengenai masalah pick up India, beliau sudah menjelaskan bahwa ternyata perusahaan tersebut akan membuka investasi cukup besar di Indonesia dan ada beberapa penjelasan nanti pemerintah akan menjelaskan secara langsung nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya tinggal menunggu penjelasan resmi dari pemerintah terkait detail rencana investasi dua perusahaan otomotif dari India tersebut.*
Laporan oleh: Novia Suhari
