Senin, 19 Januari 2026
Menu

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai Politik, Ingin Anies Baswedan Jadi Presiden

Redaksi
Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu, 18/1/2026. | YouTube Gerakan Rakyat
Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu, 18/1/2026. | YouTube Gerakan Rakyat
Bagikan:

FORUM KEADILANGerakan Rakyat, ormas yang saat ini mendeklarasikan diri menjadi Partai Politik (Parpol), berharap agar Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, saat menyampaikan pidato perdana setelah ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi Partai Politik bernama Partai Gerakan Rakyat, pada Minggu, 18/1/2026.

“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu, 18/1/2026.

Ia menegaskan, deklarasi Partai Gerakan Rakyat adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurutnya, Partai Gerakan Rakyat lahir dari semangat kolektif para anggota yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan satu tekad yang sama.

“Ini tentunya adalah hari yang sangat bersejarah buat kita. Sebuah hari di mana kerinduan terhadap sebuah kekuatan politik alternatif, sebuah kekuatan partai politik alternatif, sebuah alat perjuangan alternatif yang lahir dari orang-orang kecil, yang lahir dari orang-orang biasa,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan mendirikan Partai politik adalah langkah besar yang diambil Gerakan Rakyat setelah melalui proses panjang sejak 2023.

“Kita mengawali dari 2023, kemudian 2024, 2025 kita mendeklarasikan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” tandasnya.

Diketahui, organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai Partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat dalam Rakernas I yang digelar di Jakarta.

Pimpinan Sidang Rakernas Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan, mengatakan bahwa keputusan mendirikan Partai politik itu adalah hasil musyawarah mufakat seluruh peserta Rakernas yang mewakili Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Setelah bermusyawarah dan akhirnya mencapai kata mufakat dari seluruh peserta Rapat Kerja Nasional pertama Gerakan Rakyat pada sidang pleno pertama untuk menetapkan sebagai berikut,” kata Ridwan.

“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” tambahnya.

Dalam Rakernas itu, Gerakan Rakyat juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026-2031.

Selain itu, Rakernas mengamanatkan Sahrin untuk membentuk dan menyempurnakan struktur organisasi Partai Gerakan Rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” pungkas Ridwan. *