Menbud Fadli Zon Jelaskan Alasan Soeharto Menerima Gelar Pahlawan Nasional
FORUM KEADILAN – Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) sekaligus Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menjelaskan terkait jasa-jasa Presiden ke-2 RI Soeharto sehingga dinilai pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Fadli menyebut bahwa Soeharto banyak berperan dalam sejumlah operasi militer besar di Indonesia.
“Perjuangan Pak Harto dalam hal ini sudah dikaji antara lain itu Serangan Umum 1 Maret, beliau ikut pertempuran di Ambarawa, ikut pertempuran 5 hari di Semarang, menjadi komandan operasi Mandala perebutan Irian Barat ya,” ujar Fadli di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 10/11/2025.
Soeharto, lanjutnya, juga berhasil menghentikan pemberontakan G30 September 1965 yang disebut Fadli sebagai pemberontakan PKI.
“Dan juga pada waktu itu menghentikan pemberontakan yang dilakukan melalui gerakan 30 September PKI,” tuturnya.
Soeharto juga berperan besar terhadap pembangunan Indonesia dan mengatakan bahwa Soeharto berperan dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Fadli menegaskan bahwa pada saat mengambil pegangan kepemimpinan, inflasi juga sangat parah mencapai 600 persen.
“Jadi banyak sekali, termasuk pendirian sekolah-sekolah yang luar biasa,” katanya.
Diketahui, gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin, 10/11/2025, bertepatan pada hari Pahlawan Nasional.
Prabowo menyerahkan langsung secara simbolis gelar pahlawan nasional ini ke putra ke-3 Soeharto, Bambang Trihatmodjo.
Tetapi, penyematan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto menuai pro dan kontra di Masyarakat. Hal itu disebabkan dengan adanya dugaan pelanggaran HAM berat, otoritarianisme, dan dugaan maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme selama masa pemerintahan Soeharto.
Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS) menyatakan usulan tersebut adalah sebuah langkah yang mengecewakan.*
