Faktor-faktor Penyebab Tawuran Berulang di Kawasan Mal Basura

Ilustrasi pertengkaran remaja
Ilustrasi pertengkaran remaja | ist

FORUM KEADILAN – Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar (Kombes) Pol Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan, penyebab kerap terjadinya tawuran antar warga di kawasan Mal Bassura, Jakarta Timur.

Kata Nicolas, faktor sosial serta kurangnya kedewasaan dan kematangan diri pelaku tawuran menjadi penyebab utamanya.

Bacaan Lainnya

Nicolas menilai, tawuran antar warga dari RW 01 dan RW 02 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, sering terjadi karena aksi balas dendam dan saling mengejek. Untuk itu, pihak kepolisian Jakarta Timur menganggap banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut.

“Pihak yang sama, yakni warga RW 01 dan 02 kelurahan Cipinang Besar Utara, faktor-nya alas dendam, saling mengejek, dan menantang, kurangnya Aktualisasi diri,” ucapnya kepada media, Kamis, 27/6/2024.

Nicolas menuturkan bahwa faktor-faktor lainnya yang menyebabkan para pelaku tawuran mengulangi aksinya antara lain kurangnya pendidikan, faktor kehidupan sosial dan budaya, kurangnya pengawasan orang tua, dan lain sebagainya.

“Faktor lain yang memengaruhi kembalinya aksi tawuran terjadi, sangat kompleks, yaitu ekonomi, kehidupan sosial dan budaya, pengawasan orang tua, kepuasan diri sendiri, dan sebagainya,” imbuhnya.

Meskipun begitu, Nicolas mengaku bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya agar tawuran antar warga tidak terjadi kembali. Bahkan, Nicolas menegaskan, pihaknya sudah melakukan deklarasi damai antara kedua belah pihak.

“Upaya yg telah dilakukan upaya preemtif, preventif dan represif. Upaya progresif pun telah dilakukan berupa deklarasi damai antar kedua belah pihak,” tandasnya.

Sebelumnya, aksi tawuran kembali terjadi di depan Mal Bassura, Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, pada Sabtu, 22/6 pagi. Tawuran tersebut diduga dipicu oleh aksi saling ejek.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly. Dalam aksi tawuran tersebut, warga dari kedua kelompok saling menyerang menggunakan batu, senjata tajam, kayu, hingga petasan.

“Benar (ada tawuran), setelah subuh. (Tawuran diduga dipicu) Kesalahpahaman dan saling menantang serta saling mengejek,” ucapnya.

Diketahui, konflik antara warga Bassura, Jatinegara, Jakarta Timur, sudah terjadi bertahun-tahun. Akibatnya, tawuran antar warga kerap terjadi di kawasan tersebut.*

Laporan Ari Kurniansyah