Pledoi Terdakwa Gangguan Jiwa di Pengadilan Jakbar

Kuasa hukum Andi Handoyo, Luhut Simanjuntak bersama Ibunda Andi di PN Jakarta Barat, Kamis, 20/6/2024 I Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Kuasa hukum Andi Handoyo, Luhut Simanjuntak bersama Ibunda Andi di PN Jakarta Barat, Kamis, 20/6/2024 I Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Andi Handoyo (26), terdakwa pembunuhan wanita bernama Fresa Danella (44) di dekat Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat (Jakbar) kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembelaan.

Kuasa hukum terdakwa Andi Handoyo, Parluhutan Simanjuntak menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Andi 18 tahun penjara. Luhut mengklaim, kliennya telah menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Bacaan Lainnya

“Klien kami dalam perkara ini telah menjalani pemeriksaan kejiwaan pada saat penyidikan. Dan hasil visumnya menyatakan terdakwa mengalami gangguan jiwa berat,” katanya kepada Forum Keadilan, di Pengadilan Negeri (PN) Jakbar, Kamis, 20/4/2024.

Dalam pledoinya, Luhut mengutip Pasal 44 KUHP yang menyatakan bahwa tidak dapat dipidana seorang yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Berdasarkan visum yang dilakukan, dokter ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Polri Bhayangkara sudah menyampaikan juga di persidangan. Dia tetap menyampaikan bahwa (Andi) mengalami gangguan kejiwaan berat,” tegas Luhut.

Ia berharap agar kliennya Andi Handoyo atas keputusan tersebut dapat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

“Itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutupnya.

Sebelumnya, korban Fresa Danella diduga tewas ditikam Andi Handoyo yang merupakan warga Periuk, Kota Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak berangkat ke tempat kerjanya yang tak jauh dari lokasi kejadian pada jam 07.00 WIB.

Korban mengalami luka sayatan di lehernya, sementara pelaku ditangkap Polsek Tanjung Duren sesaat setelah kejadian.

Laporan Merinda Faradianti