Ronny Talapessy Sebut Pemanggilan Hasto ke KPK sebagai Stategi Politik Jelang Pilkada

Pengacara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy memeberikan keterangan kepada media di Gedung KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 10/6/2024. I Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Pengacara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy memeberikan keterangan kepada media di Gedung KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 10/6/2024. I Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Pengacara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hasto, diduga sebagai strategi politik memasuki masa Pilkada 2024.

Ronny menilai, Berdasarkan grafik yang dimiliki pihaknya, mulai dari proses Pilpres 2024 isu Harun Masiku dan isu lainnya selalu dinaikan.

Bacaan Lainnya

“Kita mempunyai grafik di mana Sekjen PDIP ketika sampaikan kritik dari proses pilpres kemarin grafik naik, isu ini selalu dinaikan. Nah ini menjadi pertanyaan buat kami, karena apa? Sekarang masuk tahun politik juga, akan masuk Pilkada. Jadi kami menduga ketika masuk tahun politik, isu ini akan dinaikkan terus,” ucapnya di gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 10/6/2024.

Ronny menduga, hal tersebut seperti adanya strategi politik dalam memasuki masa Pilkada 2024. Pasalnya, dalam beberapa hari yang lalu, Sekjen PDIP itu telah melakukan klarifikasi terkait pernyataannya dalam salah satu stasiun televisi yang diduga memberikan ujaran kebencian.

“Minggu kemarin dari Kepolisian. Kemudian di hari yang sama ketika kita selesai melakukan klarifikasi di Kepolisian, kemudian sorenya ada pengumuman bahwa Sekjen PDI Perjuangan akan dipanggil KPK,” tuturnya.

Tak sampai di situ, Ronny menuturkan, ada beberapa isu yang melanda pihaknya pada masa pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

“Kita mempunyai grafik di mana Sekjen PDIP ketika sampaikan kritik dari proses pilpres kemarin grafik naik, isu ini (Harun Masiku) selalu dinaikan. Kalau kita lihat bulan April pendaftaran pengumuman, kemudian bulan September, ini ketika ada di museum Fatapela,” terangnya.

Lalu, Ronny juga mengungkapkan, bahwa adanya dugaan kriminalisasi terhadap orang-orang yang berada dipihak PDIP seperti, Butet Kartaredjasa, Aiman Wicaksono, serta beberapa aktivis lainnya.

“Kemudian bulan Oktober, ketika ada putusan MK. Kemudian ada pendaftaran Saudara Gibran. Kemudian bulan November, ketika ada namanya dugaan kriminalisasi terhadap Mas Butet, Mas Aiman, dan beberapa aktivis. Kemudian bulan Desember, ketika masa kampanye,” imbuhnya.

Meskipun begitu, kehadiran Ronny yang mendampingi Hasto dalam memenuhi panggilan KPK ini, merupakan bentuk dukungan terhadap KPK dalam menegakan hukum. Dirinya juga ingin upaya pemenuhan panggilan Hasto tidak terganggu serta fokus menghadapi Pilkada 2024.

“Maka di sini kami hadir untuk mendukung KPK. Jadi kalau penyidik mau sampaikan apa yang mau ditanyakan, kita akan sampaikan,” tandasnya.*

Laporan Ari Kurniansyah