BP Tapera Beri Penjelasan PNS Nabung Puluhan Tahun tapi Dana Cair Hanya Sedikit

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho di Gedung Bina Graha, Komplek Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 31/5/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho di Gedung Bina Graha, Komplek Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 31/5/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) buka-bukaan terkait tabungan perumahan pensiunan PNS atau ahli warisnya yang cair hanya sedikit walaupun sudah nabung puluhan tahun.

Dalam kasus tersebut, sudah nabung 30 tahun hanya mendapatkan Rp5-6 juta saja.

Bacaan Lainnya

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa tabungan perumahan PNS mempunyai nilai sedikit karena besaran iuran yang ditetapkan juga sedikit.

Diketahui, setiap PNS diwajibkan untuk iuran dari gajinya per bulan sesuai dengan golongan masing-masing, mulai dari Rp3.000 untuk Golongan I, Rp5.000 Golongan II, Rp7.000 Golongan III, dan Rp10.000 Golongan IV.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 1994 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil saat namanya masih Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum)-PNS.

Lalu pada 2018 semua aset atas nama Bapertarum-PNS dilikuidasi menjadi BP Tapera sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2016.

“Jadi kalau dapatnya hanya sekitar Rp 5-6 jutaan, karena setiap golongan kecil sekali iurannya. Otomatis yang dibalikin juga kecil,” kata Heru dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 5/6/2024.

Kemudian, Heru memberikan contoh kasus PNS A yang menabung perumahan sejak 1993 ketika masih bernama Bapertarum dan ketika diambil pada pensiun 2016, hanya mendapatkan manfaat Rp 2.256.000.

Perhitungannya yaitu PNS A itu bergabung menjadi peserta pada 1993 saat A masih dalam golongan III dengan iuran Rp7.000/bulan. Dalam 14 tahun terkumpul Rp1.176.000 dengan perhitungan iuran Rp7.000 x 12 bulan x 14 tahun.

Lalu pada 2007, PNS A itu naik pangkat menjadi golongan IV sebelum pada akhirnya pensiun pada 2016. Total tabungan perumahan dari 2008-2016 pun tercatat Rp1.080.000, dengan perhitungan iuran Rp10.000 x 12 bulan x 9 tahun.

“Maka total iuran Bapertarum selama 23 tahun bekerja hanya Rp 2.256.000 karena di aturannya, simpanan Bapertarum tidak dikembalikan beserta hasil pemupukannya. Jadi hanya pokok simpanannya,” ungkapnya.

Ketika Bapertarum dilikuidasi menjadi BP Tapera sejak 2018, ilustrasinya menjadi berbeda karena peserta mendapatkan simpanan pokok beserta hasil pemupukannya.

Peserta dapat mengecek saldonya secara berkala melalui situs resmi tapera.

“Jadi justru ketika diintegrasikan ke BP Tapera, aturannya berubah, nilai ekonomis yang diterima peserta justru nilainya bertambah,” jelasnya.*