Kemlu RI: Situasi di Rafah Semakin Memburuk

Judha Nugraha (kiri), Lalu Muhammad Iqbal (tengah), Roy Sumirat (kanan) di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu, 29/5/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Judha Nugraha (kiri), Lalu Muhammad Iqbal (tengah), Roy Sumirat (kanan) di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu, 29/5/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) Lalu muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa situasi di kota Rafah, Palestina, semakin memburuk.

“Situasi kemanusiaan di Rafah semakin memburuk, dari hari ke hari,” katanya dalam Pers Briefing Kemlu di Komplek Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu, 29/5/2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Iqbal, hingga saat ini, serangan Israel yang semakin intens di Rafah telah menyebabkan 900 ribu orang dari sekitar 1,5 juta pengungsi tercerai-berai dan terpaksa meninggalkan Rafah.

Selain itu, dikatakan bahwa akses masuk untuk penyaluran bantuan kini juga secara otomatis tertutup.

“Area yang harusnya menjadi tempat keamanan justru diserang pada tanggal 26 Mei oleh Israel, akibatnya sekitar 45 orang dilaporkan meninggal dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa Israel terus melakukan serangan ke pos pengungsi di sebelah barat kota selatan Rafah.

Menurut Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA), sekitar 1 juta warga sipil telah meninggalkan Rafah pada Selasa, 28/5.

Diketahui juga, sejak awal Mei, Israel semakin gencar menyerang Rafah yang ditinggali oleh 1,4 juta warga sipil atau pengungsi Palestina.*

Laporan Novia Suhari