Mendag Temukan Ada Praktik Pengurangan Volume Gas LPG 3 Kg, Negara Rugi Rp18,7 M per Tahun

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan (Zulhas) memimpin ekspose temuan terhadap produk gas elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 25/5/2024. | YouTube Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan (Zulhas) memimpin ekspose temuan terhadap produk gas elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 25/5/2024. | YouTube Kementerian Perdagangan

FORUM KEADILAN – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menemukan adanya praktik pengurangan volume gas dalam LPG 3 Kg di 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).

Diketahui, pengurangan isi gas melon tersebut dengan rata-rata sebesar 200-700 gram.

Bacaan Lainnya

Temuan praktik pengurangan isi gas elpiji ini didapatkan setelah pihak Kementerian melakukan pemeriksaan di beberapa SPBE daerah Jakarta, Tangerang, dan sebagian di Bandung. Salah satunya di SPBE Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

“Siang ini kita berada di lokasi (Pertamina) Patra Trading Stasiun Pengisian Bahan Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Tanjung Priok. Telah terbuka di sini, sudah kita cek untuk elpiji 3kg,” ucap Zulhas kepada wartawan di SPBE Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 25/5/2024.

“Ternyata setelah kita cek, harusnya masyarakat atau konsumen itu menerima dan membeli dengan isi gas 3kg, setelah dicek rata-rata isinya kurang 200-700 gram. Jadi isinya ini rata-rata 2.800-2.300 gram, yang harusnya 3.000 gram kan,” sambungnya.

Ia mengatakan praktik pengurangan tersebut setiap SPBE ditaksir rata-rata dapat memberikan kerugian terhadap negara rata-rata sebesar Rp1,7 miliar per tahun yang sejauh ini artinya negara sudah mengalami kerugian hingga Rp18,7 miliar (11×1,7 miliar).

“Nah hari ini kita temukan harusnya tiga kilo, ternyata isinya antara 2,8-2,3 kg. Sudah ditemukan 11 titik, itu rata-rata dihitung kerugiannya hampir Rp1,7 miliar per tahun. Jadi kalau 1, bayangin ada banyak, apalagi kalau seluruh Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia memberikan imbauan partisipasi dari seluruh masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk dapat melakukan pengawasan di masing-masing wilayah administrasinya untuk terus melakukan pengawasan terhadap SPBE sekitar.

“Kita juga mengimbau para bupati, walikota untuk turun ya melakukan pengawasan baik pada gas 3kg, pom bensin, ada gas 12kg, ada timbangan-timbangan lainnya termasuk air dan satuan hitung lain sebagainya,” tandasnya.*