ICJ Perintahkan Israel Setop Serangan ke Rafah dan Palestina

Internasional Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional di Den Haag | Youtube Al Jazeera English
Internasional Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional di Den Haag | Youtube Al Jazeera English

FORUM KEADILAN – Pengadilan Tinggi PBB atau International Court Justice (ICJ) sudah memberikan Israel untuk segera menghentikan serangan militernya ke Rafah dan Palestina.

ICJ menggambarkan situasi kemanusiaan di kota Gaza Selatan, tempat ratusan ribu warga sipil berlindung, seperti bencana.

Bacaan Lainnya

“Israel harus segera menghentikan serangan militernya dan tindakan lain apa pun di Wilayah Rafah yang dapat menimbulkan krisis kehidupan warga Palestina serta mengakibatkan kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian,” ujar Mahkamah Internasional (ICJ) Presiden Nawaf Salam, dikutip dari Al Jazeerah, pada Sabtu, 25/5/2024.

Tindakan darurat ini diperintahkan atas tuntutan Afrika Selatan (Afsel) terhadap kasus genosida yang dilakukan oleh Israel.

ICJ sudah memberikan perintah Israel untuk melaporkan kembali ke pengadilan dalam waktu satu bulan mengenai progres atas perintah dari pengadilan internasional tersebut.

ICJ memerintahkan Israel untuk dapat membuka kembali perbatasan Rafah dengan Mesir untuk bantuan kemanusiaan. Pejabat Hamas Basam Naim menyebut Hamas menyambut baik keputusan ICJ yang menyerukan pasukan Israel agar mengakhiri agresi militer di Rafah.

Ia mengatakan Hamas juga menyambut baik permintaan pengadilan untuk mengizinkan penyelidik memasuki Jalur Gaza untuk bisa menyelidiki tindakan genosida terhadap rakyat Palestina dan Hamas berjanji untuk bekerja sama dengan komite investigasi.

Naim menyebut, Hamas juga meminta kepada Dewan Keamanan PBB segera melaksanakan tuntutan ICJ.

Namun di sisi lain, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menulis di platform media sosial X miliknya:

“Mereka yang menuntut agar Negara Israel menghentikan perang, menuntut agar negara tersebut memutuskan untuk tidak ada lagi. Kami tidak akan menyetujui hal itu.” tulisnya.*