PDIP Tak Undang Jokowi ke Rakernas, Maruarar: Nggak Apa-apa

Maruarar Sirait usai menemani Prabowo berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Salemba, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 19/1/2024.
Maruarar Sirait usai menemani Prabowo berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Salemba, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 19/1/2024 | ist

FORUM KEADILAN – Politikus Gerindra Maruarar Sirait memberikan respons langkah PDI Perjuangan yang tidak mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP yang akan digelar pada 24-26 Mei.

Maruarar mengatakan bahwa tidak ada hal yang perlu dibesar-besarkan mengenai PDIP yang tidak mengundang Jokowi, walaupun Jokowi tidak masih tercatat sebagai Kader PDIP.

Bacaan Lainnya

“Enggak apa-apa,” ucap Ara ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu, 19/5/2024.

Menurutnya, kalaupun terdapat masalah antara Jokowi dan PDIP, semua pihak harus menghormatinya. Walaupun, persoalan PDIP tak mengundang Jokowi pada rakernas besok adalah masalah internal Partai.

“Itu kan masalah internalnya (PDIP) yang harus dihormati,” tuturnya.

Ara bahkan mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang tidak mengundang Jokowi di acara rakernas dan menyebut bahwa hal ini juga tidak bisa menjadi pembenaran bahwa hubungan antara Jokowi dengan Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri benar-benar berakhir.

Maruarar mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok yang sejak dulu mempunyai pendirian dan tidak segan untuk merangkul lawan politiknya dan hal ini juga terbukti di Pilpres 2019 lalu.

Bahkan setelah dinyatakan menang, Jokowi langsung merangkul Prabowo Subianto yang pada saat itu adalah lawan politiknya.

“Yang saya tahu, Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu selalu hati dan pikirannya ingin merangkul. Bersatu, itu yang saya tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memastikan pihaknya tidak mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V.

Mulanya, Djarot mengatakan bahwa Rakernas PDIP akan dilakukan dengan dua skema, tertutup dan terbuka. Adapun yang diadakan secara terbuka hanya pada saat pembukaan dan penutupan Rakernas.

“Dan nanti hari minggu di acara penutupan itu akan disampaikan rekomendasi dari Rakernas secara yang sifatnya eksternal kepada media, artinya pada penutupan akan dilakukan secara terbuka,” kata Djarot saat konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 16/5/2024.

Kemudian mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa sikap dan posisi PDIP akan ditentukan di dalam Rakernas dan akan dibahas secara tertutup. Dia pun meminta agar awak media bersabar menunggu keputusan tersebut.

“Sikap dan posisi PDIP itu sebetulnya ada dua macam, satu bagaimana sikap dan posisi PDIP di dalam pemerintahan ke depan dan bagaimana sikap dan posisi PDIP menyikapi berbagai macam dinamika geopolitik secara global untuk mendorong terwujudnya perdamaian dunia yang abadi seperti yang termaktub dalam UUD 45,” ujarnya.

“Tentang bagaimana ketegasan dari sikap politik PDIP sebaiknya ditunggu saja, ya ditunggu saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut Djarot mengungkapkan bahwa PDIP tidak akan mengundang Presiden Jokowi dalam Rakernas tersebut lantaran sang presiden sudah sangat sibuk. Selain itu, acara Rakernas hanya akan diikuti oleh pihak internal saja.

“Yang jelas presiden dan wakil presiden tidak diundang, kenapa? Karena beliau sudah sangat sibuk dan menyibukkan diri,” pungkasnya.*