Ebrahim Raisi Tewas Kecelakaan, Mohammad Mokhber Jadi Presiden Iran Sementara

Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber | Ist
Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber | Ist

FORUM KEADILAN – Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber akan mengisi posisi Presiden Iran Ebrahim Raisi yang tewas dalam insiden dalam insiden kecelakaan helikopter di wilayah pegunungan Azerbaijan Timur, pada Minggu, 19/5/2024.

Hal tersebut diamanatkan oleh Konstitusi Iran yang dikutip Reuters. Regulasi tersebut menyebutkan mengenai apa yang terjadi jika seorang Presiden yang tidak mampu atau meninggal ketika menjabat.

Bacaan Lainnya

“Jika seorang presiden meninggal saat menjabat, maka wakil presiden pertama akan mengambil alih jabatan tersebut, dengan persetujuan dari pemimpin tertinggi, yang mempunyai keputusan akhir dalam segala urusan negara,” demikian bunyi dari Pasal 131 konstitusi Republik Islam Iran.

Selain itu, regulasi juga menetapkan sebuah Dewan yang terdiri dari Wakil presiden pertama, Ketua Parlemen dan Ketua Pengadilan harus mengatur pemilihan Presiden baru dalam jangka waktu maksimal 50 hari.

Berdasarkan jadwal pada saat ini, pemilihan Presiden Iran baru bakal berlangsung pada 2025. Karena itulah, Mokhber bakal mengisi posisi Presiden.

Berdasarkan Aljazeera, Iran berbeda dengan negara-negara lain dengan jabatan Wakil presiden pertama yang merupakan adalah hasil penunjukkan dan bukan hasil Pemilu.

Wakil Presiden mengambil alih sebagian kekuasaan Perdana Menteri (PM) setelah posisi tersebut dihapuskan pada 1989. Beberapa Wakil presiden yang ditunjuk untuk merangkap jabatan di Iran yang sebagian besar bekerja sebagai anggota kabinet. Tetapi jabatan yang dipegang Mokhber dianggap sebagai yang pertama di antara yang sederajat.

Raisi menunjuk Mokhber sebagai Wakil presiden pertamanya pada Agustus 2021 setelah dirinya tidak lama setelah menjabat. Ia adalah orang ketujuh yang memegang peran itu sejak revisi konstitusi.

Diketahui, sebelum diangkat menjadi Wakil presiden, Mokhber telah menjabat selama 14 tahun sebagai Kepala Setad Iran, Konglomerat ekonomi kuat yang sebagian besar berfokus pada kegiatan amal.

Organisasi ini berada di bawah kendali langsung pemimpin tertinggi Iran, diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar menurut dari penyelidikan Reuters.

Setad di bawah pengawasan Mokhber mengembangkan vaksin virus corona Iran, Coviran Barekat, di puncak pandemi Covid-19. Tetapi efektivitas vaksin itu dipertanyakan, dengan adanya laporan orang-orang yang mengalami reaksi medis parah setelah menerimanya.*