PDIP Ibaratkan Pilkada Bak Olahraga, Wasit Wajib Netral

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Kantor DPP PDIP, Mentang, Jakarta Pusat, Kamis, 16/5/2024. I M. Hafid/Forum Keadilan
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Kantor DPP PDIP, Mentang, Jakarta Pusat, Kamis, 16/5/2024. I M. Hafid/Forum Keadilan

FORUM KEADILANPDIP mengajak seluruh partai politik untuk mengambil pelajaran dari dunia sepak bola menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 mendatang. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan, di dalam dunia olahraga sangat ditekankan untuk menaati peraturan permainan. Di dalam dunia olahraga, seorang wasit wajib berlaku independen dan netral.

Dengan demikian, Djarot menginginkan agar di Pilkada 2024 mendatang tidak ada partai politik yang menggunakan cara-cara kotor dengan melibatkan pihak penyelenggara pilkada.

Bacaan Lainnya

“Olahraga juga mengajarkan satu prestasi, budaya prestasi, yang dilakukan secara berjenjang, latihan terus-menerus, dan di dalam olahraga, untuk mencapai prestasi, tidak ada jalan pintas,” kata Djarot saat konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Mentang, Jakarta Pusat, Kamis, 16/5/2024.

Djarot juga mengungkapkan bahwa untuk mencapai posisi tertentu, para politisi tidak bisa menggunakan jalan pintas tapi harus melalui berbagai tahapan proses yang panjang.

“Harusnya di dalam politik, juga tidak perlu ada dan tidak boleh ada jalan pintas. Olahraga penuh dengan sportivitas, penuh dengan kejujuran, dan persaingan yang sehat atas dasar prestasi dari masing-masing atletnya,” ungkapnya.

Dalam olahraga kata Djarot, semua bentuk kecurangan sangat dilarang seperti halnya penggunaan dopping oleh atlet sebelum bertanding, serta berbagai kecurangan lainnya. Begitu juga di dalam politik, tidak boleh menggunakan cara-cara curang untuk memenangkan pemilihan.

“Berbagai bentuk kecurangan, merupakan pelanggaran etika dan hukum yang sangat berat,” tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami kegelapan demokrasi. Oleh sebab itu kata dia, perlu adanya persatuan dari semua elemen masyarakat yang pro demokrasi untuk perjuangan menjadi fajar demokrasi.

“Persatuan seluruh kelompok pro-demokrasi tersebut akan menjadi fajar demokrasi, fajar menyingsing akan menjadi jalan penerang guna melawan berbagai macam bentuk nepotisme, kolusi, dan korupsi serta penggunaan alat-alat negara, dan sumber daya negara bagi kepanjangan politik kekuasaan yang anti demokrasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pilkada akan dilakukan secara serentak di beberapa wilayah di Indonesia. Pelaksanaan pilkada serentak sudan diatur di dalam Peraturan KPU (PKPU) No 2 Tahun 2024. Berdasarkan peraturan tersebut, Pilkada 2024 akan dilakukan pada 27 September 2024.*

Laporan M. Hafid