KPK Buka Peluang Hadirkan 5 Pimpinan Komisi IV DPR, Diduga Terima THR dari SYL

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri saat melakukan konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis 2/5/2024. I Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri saat melakukan konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis 2/5/2024. I Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan buka peluang untuk menghadirkan lima pimpinan Komisi IV yang diduga menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke persidangan.

Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut sudah ada sejumlah anggota DPR yang sudah dipanggil sebagai saksi dalam proses penyidikan perkara ini.

Bacaan Lainnya

“Jadi nanti mengenai THR ini kan kebijakan dari jaksa untuk menghadirkan. Kalau memang fakta-fakta itu kuat untuk dikonfirmasi kepada para anggota DPR Komisi IV yang diduga menerima THR, ya pasti dipanggil sebagai saksi dalam proses persidangan,” terang Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 2/5/2024.

Ali mengatakan, dugaan penerimaan THR oleh pihak anggota dewan dari pihak kementan dapat berupa gratifikasi atau suap.

Ia menjelaskan penyelenggara negara menerima sesuatu walaupun diserahkan oleh sesama penyelenggara negara dan pada saat itu tidak ada kepentingan langsung disebut gratifikasi.

Jika penerimaan, lanjut Ali, tidak dilaporkan ke KPK selama 30 hari kerja.

Tetapi, Ali berpandangan bahwa keterangan dalam persidangan tersebut masih harus dikonfirmasi lebih lajut kepada saksi lain atau alat bukti lainnya.

“Itu konteksnya (bisa) penerimaan siap karena itu salah satu mitra di DPR ataupun juga nanti jatuhnya di gratifikasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa KPK menghadirkan Pejabat Fungsional Barang Jasa Rumah Tangga Kementan Arief Sopian sebagai saksi dalam persidangan SYL di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 29/4/2024.

Arief menjelaskan bahwa SYL bagi-bagi THR ke lima pimpinan Komisi IV DPR RI dengan nominal yang diberikan masing-masing Rp100 juta. Hal tersebut terungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Arief yang dibacakan Jaksa KPK.

Dalam BAP tersebut, Jaksa juga mengungkapkan terdapat pemberian THR untuk Fraksi NasDem DPR RI dan Ketua Fraksi mendapatkan Rp100 juta, sedangkan anggota fraksi mendapatkan Rp50 juta.

“Untuk Partai Nasdem pada Komisi IV DPR RI dibagi dengan rincian Ketua Fraksi NasDem sebesar Rp100 juta, sedangkan anggota NasDem yang ada pada Komisi IV masing-masing diberikan sebesar Ro50 juta,” kata Jaksa membacakan BAP Arief.*