Anies Singgung Pilpres Banyak Catatan di MK, JK: Demokrasi Harus Diperbaiki

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) usai mengisi acara di Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis, 25/4/2024. I M. Haifd/Forum Keadilan
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) usai mengisi acara di Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis, 25/4/2024. I M. Haifd/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan demokrasi di Indonesia harus lebih baik ke depannya.

Hal itu disampaikan JK merespons pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan terkait banyaknya perbaikan pemilu yang disinggung Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

Bacaan Lainnya

“Yang pertama tentu kita mengucapkan selamat kepada Pak Prabowo. Tetapi kita juga harus pembelajaran demokrasi. Harus lebih baik lagi itu,” kata JK di Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis, 25/4/2024.

Menurut JK, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh persatuan di tingkat elit partai maupun penguasa.

“Negara maju apabila ada persatuan dalam bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Sebelumnya, pasangan calon (paslon) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menghadiri acara penetapan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029.

Menurut Anies, kehadiran dirinya ke acara merupakan bentuk penghargaan terhadap proses bernegara.

“Ini adalah sebuah proses bernegara dan kita harus hormati proses bernegara ini hingga tuntas, karena itulah kami bersama di sini menghormati proses,” kata Anies kepada wartawan di Gedung KPU RI, Rabu, 24/4.

Kendati menghormati proses bernegara, tapi Anies masih mengingatkan bahwa saat sidang sengketa Pilpres 2024 di MK terdapat banyak catatan yang harus diperbaiki.

“Pada sidang MK kemarin banyak sekali catatan-catatan bahan perbaikan. Harus tetap diingat, di sisi lain harus menghormati proses bernegara oleh sebab itu kami hadir di sini,” pungkasnya.*

Laporan M. Hafid

Pos terkait