Kubu Prabowo Hadirkan Eddy Hiariej hingga Pendiri Lembaga Survey Jadi Saksi Ahli di MK

Tim 02 Menghadirkan 7 orang Ahli dan 6 Saksi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Kamis, 4/4/2024. | Youtube Mahkamah Konstitusi
Tim 02 Menghadirkan 7 orang Ahli dan 6 Saksi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Kamis, 4/4/2024. | Youtube Mahkamah Konstitusi

FORUM KEADILAN – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej menjadi salah satu ahli yang dihadirkan oleh tim 02 Prabowo-Gibran dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Kamis, 4/4/2024.

Diketahui, selain Eddy, tujuh orang dengan latar belakang yang berbeda juga menjadi ahli dari Prabowo-Gibran dan mereka akan memberikan keterangan yang membela argumen paslon 02.

Bacaan Lainnya

Ketujuh orang tersebut ialah Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pakuan Andi Muhammad Asrun, Pakar Hukum Abdul Khair Ramadhan, Amirudin Ilmar,
Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis, dan Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN Khalilul khairi.

Kemudian, Pendiri lembaga survei Cyrus Network Hasan Nasbi dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.

Kemudian, enam saksi yang dibawa oleh kubu Prabowo-Gibran adalah Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, Gani Muhammad, Andi Bataralifu, Suprianto dan Abdul Wahid.

Mereka akan memberikan keterangan untuk dua perkara. Perkara pertama nomor 1/PHPU.PRES-XXII/2024 yang diajukan oleh tim 01 Anies-Muhaimin. Perkara kedua, diajukan oleh tim 03 2/PHPU.PRES-XXII/2024. Prabowo-Gibran dalam kedua perkara ini sebagai pihak yang terkait.

Diberitakan sebelumnya, Permohonan kedua tim ini menginginkan Gibran Rakabuming Raka untuk didiskualifikasi dalam Pilpres 2024 dan ingin pemungutan suara diulang tanpa keikutsertaan Prabowo-Gibran.

Mereka juga menilai Pemilu 2024 penuh dengan aksi kecurangan dan intervensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni salah satunya adalah mempolitisasi bansos demi kemenangan paslon 02.*