Saksi KPU Ungkap Sirekap Terima Serangan dari Dalam dan Luar Negeri

Bawaslu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 3/4/2024 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Bawaslu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 3/4/2024 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Saksi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yudistira Dwi Wardhana Asnar mengungkapkan bahwa ada serangan terhadap Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) saat pemungutan suara, 14/2/2024.

Yudistira mengatakan Sirekap sempat beberapa kali tidak bergerak dalam rentang waktu 18.00-21.00 WIB. Oleh karena itu, Sirekap sempat berhenti beroperasi.

Bacaan Lainnya

Ia menyebut Sirekap mendapatkan serangan distributed denial of service (DDoS). Serangan itu menargetkan situs web dan server dengan mengganggu layanan jaringan.

“Kita dihantam DDOS sejak pagi. Dan baru kita bisa revive sampai 18.30,” ujar Yudistira saat bersaksi dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 3/4/2024.

Ia menjelaskan penyerangan terhadap Sirekap tak hanya berasal dari server dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

“DDoS yang masuk dalam satu hari di awal pemilihan itu sekitar 2-3. Pada akhir pemilihan, kita dapat DDoS selama seminggu itu kayak minum obat, tiga kali sehari,” tuturnya.

“Dan itu bukan dari negara-negara yang biasa kita duga, sampai negara-negara Eropa,” lanjutnya.

Tetapi, Yudistira memastikan bahwa serangan-serangan digital itu bisa diatasi dan proses rekapitulasi tetap dapat dilanjutkan dengan baik.*