Gibran Ungkap Kirim Tim ke India untuk Belajar Program Makan Siang Gratis

Momen cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menghadiri hari ulang tahun (HUT) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 28/1/2024 | Instagram @gibran_rakabuming
Momen cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menghadiri hari ulang tahun (HUT) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 28/1/2024 | Instagram @gibran_rakabuming

FORUM KEADILAN – Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka mengaku mengirimkan tim ke India untuk belajar mengenai program makan siang gratis.

Gibran ingin timnya mempelajari program makan siang yang sudah berjalan di India, sehingga nantinya program ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bacaan Lainnya

“Iya untuk belajar dan lain-lain (tim ke India). Pak Dubes (Shri Sandeep Chakravorty) bilang satu kepala, satu anak itu 11 sen dollar karena sangat efisien central kitchen-nya, logistiknya, efisien,” kata putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 2/4/2024.

Kata Gibran, ada 76 negara yang telah menerapkan program makan siang gratis dengan berbagai skema yang berbeda. Dia memilih India sebagai contoh program makan siang gratis karena telah berjalan di negara dengan jumlah penduduk yang besar.

“Ada 76 negara (yang sudah menerapkan makan siang gratis) dengan skema yang berbeda-beda. India yang sudah jalan, India jumlah penduduk yang banyak banget,” kata dia.

Gibran berharap bahwa dengan mengambil contoh dari India, timnya dapat menyusun skema terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia. Selain itu, ia juga ingin mempelajari tentang distribusi program makan siang gratis dan dampak yang ditimbulkannya.

“Intinya ini kita siapkan skema terbaik, belajar dari negara lain yang sudah menjalankan program ini. Efeknya seperti apa ke anak-anak, ke murid-murid lalu kita belajar pendistribusiannya, logistik seperti apa. Central kitchen seperti apa, keterlibatan ahli gizi seperti apa itu,” ujarnya.

“Sangat efektif dan menu hampir mirip yang kita ajukan, ada protein, dan lain-lain termasuk susu,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait rencana impor susu gratis, Gibran enggan memberikan jawaban langsung. Ia hanya mengatakan bahwa program susu gratis masih dalam proses penentuan skema terbaik agar tidak membebani APBN.

“Makanya kita cari skema yang terbaik, yang tidak memberatkan APBN juga,” jelas Gibran.*