Caleg Partai Gelora Ini Usung 5 Misi untuk Atasi Berbagai Persoalan di Depok

Potret kemacetan kota Depok
Potret kemacetan kota Depok | ist

FORUM KEADILAN – Kota Depok, sebagai kota satelit ibu kota, masih dianggap terpinggirkan. Permasalahan kota melibatkan kemacetan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan masalah lainnya. Caleg DPRD Kota Depok dari Partai Gelora Indonesia Sidik Selo Agus Purwoko merasa prihatin.

“Sering kali jika berangkat kerja di perempatan melihat banyaknya pengamen, silverboy hingga boneka mampang saya jadi trenyuh,” kata Sidik yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini.

Bacaan Lainnya

Caleg nomor urut 5 dapil Cipayung, Sawangan, Bojongsari itu bertekad memperjuangkan lima aspirasi warga Depok.

“Sesuai nomor urut saya 5 maka saya berharap bisa memperjuangkan lima hal untuk warga Depok, khususnya di dapil saya. Kelima hal itu antara lain menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat akses kesehatan warga miskin, meningkatkan prestasi anak muda hingga memberdayakan UMKM,” papar Ketua DPC Gelora Sawangan ini.

Sidik menyoroti penyelewengan di pendidikan, dengan jual beli bangku dan mafia pendidikan.

“Itu saya dapatkan datanya bagaimana untuk bisa masuk ke sekolah negeri harus keluar uang jutaan rupiah. Lalu bagaimana bisa di sistem zonasi sebanyak 7 domisili yang berbeda tempat jaraknya sama semua. Itu nanti yang perlu kita kritisi di Pemkot Depok lewat jalur legislasi,” katanya.

Untuk misi peningkatan akses kesehatan, Sidik ingin mengatasi keluhan minimnya akses dan prosedur berbelit-belit.

“Saya pernah ketika ke UGD malam-malam karena sakit usus buntu. Sampai pagi tidak disentuh sama sekali oleh dokternya. Untungnya saya masih bisa bertahan waktu itu,” kenang Relawan PAS Gibran Kota Depok ini.

Terkait prestasi anak muda, Sidik berharap Depok lebih diperhitungkan nasional dan internasional. Sebab, ia melihat, sedikit sekali anak muda yang benar-benar bisa mengharumkan nama Depok di kancah nasional maupun internasional.

“Saya berharap anak-anak muda Depok bisa mengukir prestasi baik itu di bidang olahraga, seni budaya, bidang IT maupun yang lainnya, karena itu lah jika lolos di Pileg nanti saya akan terapkan program untuk peningkatan prestasi anak muda itu,” papar Sidik.

Tentang UMKM, Sidik ingin membantu warga mengadopsi teknologi agar tidak tertinggal zaman. Menurutnya, kemacetan di Depok semakin parah, dan pembukaan tol tanpa peningkatan jalan membuat akses transportasi terhambat.

“Artinya, jika mereka hanya mengandalkan pola dagang yang begitu-begitu saja, tentunya akan tergerus oleh perubahan zaman. Makanya saya dan tim sudah menyiapkan pola-pola meningkatkan pemahaman masyarakat akan dunia digital agar tetap survive,” kata founder Betawipos.com ini.

Seperti diketahui, persoalan kemacetan kota Depok yang kian hari kian meningkat. Dibukanya sejumlah ruas tol tanpa diimbangi pelebaran jalan di sekitarnya membuat masyarakat banyak mengeluhkan terhambatnya akses transportasi.

Sementara itu, angka kemiskinan kota Depok masih berada di urutan keempat tingkat terendah. Angka kemiskinan di Depok masih tinggi, 2,38 persen menurut Badan Pusat Statistik.

Secara keseluruhan, PDRB per kapita di Kota Depok atas dasar harga berlaku pada 2022 menjadi sebesar Rp38,23 juta atau meningkat nilainya bila dibandingkan dengan angka 2021 yang sebesar Rp35,66 juta.

Kendati demikian, ekonomi di Kota Depok yang tumbuh di atas 5 persen tersebut belum mencerminkan kesejahteraan warganya. Sebab tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih tinggi.

BPS Kota Depok mencatat, pada 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,82 persen.*