Prabowo Minta Masyarakat Waspada Terhadap Politisi Omdo, Pengamat: Berlaku Juga Baginya

Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, dalam acara Debat Pertama Calon Presiden (capres) Pemilu 2024 di kantor KPU Pusat, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 12/12/2023 malam | Youtube KPU RI
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, dalam acara Debat Pertama Calon Presiden (capres) Pemilu 2024 di kantor KPU Pusat, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 12/12/2023 | Youtube KPU RI

FORUM KEADILAN – Calon Presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto meminta publik untuk waspada terhadap politisi yang mengumbar janji setiap menjelang pemilih umum (pemilu).

Dalam permintaan tersebut, Prabowo menggunakan istilah singkatan populer belakangan ini, yakni omdo atau omong doang.

Bacaan Lainnya

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menilai, pernyataan Prabowo tersebut merupakan upaya untuk melabelkan dirinya sebagai politisi yang tidak omdo.

“Ini harapannya terjadi pergeseran pemilihan politik, bahwa Prabowo lah politisi yang tidak omdo. Harapannya itu respons dari pemilih yang sebelumnya belum memilih Prabowo,” kata Cecep kepada Forum Keadilan, Kamis 28/12/2023.

Kata Cecep, pernyataan omdo tidak masuk dalam kategori kampanye negatif, melainkan hanya gimmick politik.

“Sebenarnya ini hanya isu besar, tema besar. Kalau kampanye negatif itu tentu harus disertai dengan data. Kalau tidak disertai dengan data, maka ini enggak masuk dalam kategori kampanye negatif. Jadi ya baru gimmick politik. Kalau ini kan bagaimana dia melabelkan pihak kompetitornya,” ungkapnya.

Tetapi, menurut Cecep, pernyataan itu tak hanya berlaku bagi lawan politiknya, namun juga berlaku bagi dirinya.

“Akhirnya itu ditujukan termasuk pada dirinya sendiri sebenarnya. Jadi, masyarakat tentunya harus cerdas juga ya menjadi pemilih yang melek politik. Termasuk mengkritisi pernyataan Prabowo,” tuturnya.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah berpendapat bahwa secara umum, pernyataan Prabowo merupakan nasihat yang baik.

“Semua kandidat tentu pengobral janji, karena semuanya sama-sama belum jalankan programnya. Secara umum, nasihat Prabowo benar dan baik,” kata Dedi kepada Forum Keadilan, Kamis 28/12.

Menurut Dedi, apa yang dikatakan Prabowo merupakan pernyataan normatif. Sepanjang, pernyataan itu tak menyinggung program lawan politiknya.

Kata dia, masyarakat sejatinya bisa menilai, apakah program yang dicanangkan oleh capres dan calon wakil presiden (cawapres) masuk akal atau tidak.

“Termasuk program makan siang gratis yang Prabowo rencanakan. Itu juga perlu dipikirkan ulang oleh calon pemilih, rasional atau tidak, jika tidak maka itu bagian dari janji omdo,” pungkasnya.*

Laporan M. Hafid