Pengacara SYL Sebut Petinggi Parpol Terlibat Kasus Firli, Pengamat: Pernyataannya Terlalu Mentah

Pengamat Politik Ray Rangkuti | Ist
Pengamat Politik Ray Rangkuti | Ist

FORUM KEADILAN – Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti berpendapat, pernyataan kuasa hukum mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) soal adanya dua petinggi partai yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan Firli Bahuri terlalu lemah. Sebab, pihak SYL sama sekali tidak menyebutkan ciri-ciri sosok yang dimaksud.

“Itu pernyataan yang terlalu mentah. Sama sekali tidak bisa dijadikan pegangan, karena tidak diberikan ciri-ciri dan kasusnya sedikit saja,” ucapnya kepada Forum Keadilan, Kamis 7/12/2023.

Bacaan Lainnya

Ray memandang, karena tidak adanya tanda yang mengarah maupun memperlihatkan bentuk dari kasus yang disebut, tingkat akurasi kepercayaannya dibawah 50 persen.

Lain halnya jika pernyataan tersebut didasari dengan bukti-bukti jelas. Kemungkinan hal itu bisa dipercayai masyarakat.

“Mestinya dinyatakan tanggal sekian, ada bukti transfer, atau Pak SYL bertemu petinggi partai misalnya. Itu baru asik. Kalau dijelaskan begitu, kepercayaan akan meningkat dari 30 persen naik jadi 60 persen,” tegasnya.

Ray menjelaskan, korupsi memang tidak dilakukan oleh satu orang. Tetapi, belum tentu juga dilakukan oleh petinggi partai.

“Bahwa korupsi itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, iya. Tetapi, belum tentu hanya dilakukan dua petinggi partai. Bisa kemana-mana, temannya mungkin,” paparnya.

Lebih lanjut, Ray juga tak sependapat soal pernyataan kuasa hukum SYL terkait pengungkapan dua petinggi partai itu dapat menunda pelaksanaan Pemilu 2024.

Ray menganggap, pernyataan yang dilayangkan itu sangat mengada-ada. Karena, kata Ray, tidak ada alasan apapun untuk menunda pemilu.

“Ya enggak dong. Tidak ada alasan untuk menunda pemilu hanya gara-gara petinggi partai ditetapkan sebagai tersangka. Itukan prosesnya lama untuk membuktikan. Bisa-bisa sudah selesai,” imbuhnya.

Ray justru menganjurkan, seharusnya tim kuasa hukum SYL fokus pada penanganan kasus dugaan pemerasan saja. Sebab, pernyataan-pernyataan yang disampaikan kepada publik masih belum bisa dipastikan.

Ray berharap, pernyataan soal petinggi dua partai itu kembali dijelaskan. Supaya, dugaan itu dapat diproses lebih lanjut.*