Prabowo: Kali Ini Insyaallah Menang, Ada Kekuatan Jokowi-Luhut

Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selesai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pendaftaran Pilpres 2024 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis, 26/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selesai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pendaftaran Pilpres 2024 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis, 26/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, optimis bisa menenangkan Pilpres 2024, dengan dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat deklarasi dukungan Pandawa Lima kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Djakarta Teater, Jakarta Pusat, Jumat, 1/12/2023.

Bacaan Lainnya

“Menang dan kalah itu bagian dari kehidupan. Oh, kali ini insyaallah menang. Kalau kekuatan Jokowi dan Prabowo bersatu ya kira-kira, apalagi ada LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) di situ. Apalagi ada Pandawa Lima di situ,” kata Prabowo, dikutip, Sabtu, 2/12.

Untuk diketahui, Pandawa Lima adalah kelompok relawan yang dibina oleh Luhut. Sementara dukungan Presiden ke-7 RI itu, disebut karena ada putra sulung Jokowi, Gibran, yang menjadi cawapres.

“Bisa dikatakan kami adalah bagian dari Tim Joko Widodo. Kami tidak malu-malu mengatakan itu,” ujar Prabowo.

Prabowo mengajak semua pihak untuk tidak berburuk sangka serta curiga dalam menghadapi tahun politik.

“Sebagai Bangsa Indonesia, mari lah kita tampil dengan kebaikan, jangan buruk sangka, jangan curiga, jangan apa kata-kata anak muda itu sekarang baper, ilfeel, apalagi, bete, baper. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya jiwa yang besar,” tegas Menteri Pertahanan RI tersebut.*