Saut Situmorang Harap Firli Bahuri Dipenjara Seumur Hidup

Pimpinan KPK periode 2015-2019 Saut Situmorang hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya di Bareskrim Polri, Kamis, 30/11/2023 | M. Hafid/Forum Keadilan
Pimpinan KPK periode 2015-2019 Saut Situmorang hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya di Bareskrim Polri, Kamis, 30/11/2023 | M. Hafid/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Saut Situmorang berharap agar Ketua nonaktif KPK Firli Bahuri dapat dipenjara seumur hidup atas dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Ya kalau Pasal 12 huruf E besar itu kan memaksa ya. Ya kalau bisa kan hukumannya (Firli) seumur hidup,” kata Saut kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 30/11/2023.

Bacaan Lainnya

Firli Ditetapkan sebagai Tersangka

Sebelumnya, Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Firli diduga melakukan pemerasan, penerimaan gratifikasi, dan penerimaan suap. Dugaan tindak pidana itu terkait dengan penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian saat dipimpin SYL.

“Berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatannya terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada kurun waktu tahun 2020 sampai 2023,” jelas Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, Rabu, 22/11.

“Sebagaimana dalam Pasal 12 e atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 65 KUHP, yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada sekitar tahun 2020-2023,” jelas Ade.

Firli terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu juga terancam pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.*

Laporan M. Hafid