Indonesia Bakal Tekan Serangan Israel Terhadap Rumah Sakit di Gaza

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid di Gedung Komisi I DPR RI, Jakarta, Rabu, 1/11/2023 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid di Gedung Komisi I DPR RI, Jakarta, Rabu, 1/11/2023 | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Indonesia bakal tekan serangan Israel yang bertubi-tubi terhadap beberapa rumah sakit (RS) melalui negara lain.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, yang mengatakan serangan tersebut sudah merusak batas kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

“Ini juga sebagaimana sikap pemerintah bahwa ini sebagai aksi yang melawan, dan melakukan kecaman keras terhadap serangan yang bertubi-tubi khususnya kepada rumah sakit, dan kita meminta pemerintah untuk menggalang komunikasi dengan semua negara-negara yang memiliki kedekatan dengan Israel,” katanya kepada awak media di Gedung Nusantara II DPR/DPD/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa, 21/11/2023.

Meutya menyatakan bahwa upaya menggalang komunikasi tersebut bertujuan untuk mendesak dan meminta agar Israel segera melakukan gencatan senjata, serta menghentikan serangan, terutama terhadap rumah sakit.

“Dan ini Indonesia harus bisa menggalang (komunikasi) ini,” ujarnya.

Tidak hanya Kementerian Luar Negeri, Meutya juga menegaskan bahwa TNI, Kementerian Pertahanan serta pemerintah secara keseluruhan akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

“Minimal ini yang bisa kita lakukan. Tapi sekali lagi kalau tidak dibarengi dengan jalur diplomasi lebih keras. Jadi bantuan akan jalan terus, kita juga akan membicarakan kepada Panglima TNI, Pak Agus Subiyanto, untuk fokus kepada hal ini,” ucapnya.

Selain itu, Meutya juga berpendapat bahwa pernyataan sikap Indonesia sudah cukup tegas. Kata dia, yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana menggalang komunikasi dengan satu per satu negara yang memiliki hubungan baik dengan Israel.

“Itukan tidak cukup dengan sebuah kecaman ya, tapi komunikasi intensif dengan negara misalnya Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lainnya, yang kita anggap bisa melakukan tekanan kepada Israel. Jadi menurut saya memang harus melalui itu,” jelasnya.

Sedangkan, di sisi lain, fraksi dari Partai Golkar tersebut mengaku khawatir jika jalur penyaluran bantuan melalui Mesir menjadi target serangan berikutnya.

Meski begitu, Meutya mengatakan, Mesir akan tetap membuka akses penyaluran bantuan selama keadaan tetap kondusif.

“Saya rasa Mesir akan selalu memberikan akses kecuali mungkin keadaannya tidak kondusif, saya sendiri pernah kesana, bilamana kondisi tidak memungkinkan mereka akan tutup dulu gitu. Pada prinsipnya Mesir, saya rasa amat sangat mendukung bantuan-bantuan yang masuk melalui sana. Jadi saya rasa dengan Mesir tidak masalah, komunikasi kita dengan Mesir juga cukup baik,” katanya.

“Tinggal bagaimana perbatasan ini tidak terputus, karena bilamana terputus kita akan kesulitan untuk mengirimkan bantuan, kita khawatirnya satu-satu jalur masuk ke Gaza ini yang kemudian akan menjadi target berikutnya. Ini yang harus kita jaga, makanya Israel harus ditekan secara bersama-sama oleh kawan-kawan negaranya untuk segera berhenti,” sambungnya.*

Laporan Novia Suhari