Waspada Wabah Kutu Busuk Melanda Singapura

Ilustrasi Kutu busuk | ist
Ilustrasi Kutu busuk | ist

FORUM KEADILAN – Berita tentang serangan kutu busuk yang melanda Singapura kian meningkat belakangan ini.

Salah satu perusahaan pengendali hama Aardwolf Pestkare menjelaskan bahwa kasus yang ditangani pihaknya mengalami peningkatan sekitar 40 persen dalam dua bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

Manajer Penjualan Aardwolf Pestkare, Pierce Chan, mencatat bahwa terjadi kebangkitan skala global, di mana wabah kutu busuk juga terjadi di Kota Paris, Perancis, dan Korea Selatan.

Dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu, 18/11/2023, Pierce Chan mengimbau para wisatawan yang akan bepergian ke negara mana pun agar lebih waspada terhadap wabah ini. Diharapkan wisatawan tidak membawa kutu busuk ini, baik ketika pergi ke negara yang dikunjungi atau pulang kembali dari luar negeri.

“Kebersihan pribadi merupakan faktor yang sangat penting. Tinggal kita mewaspadai tempat-tempat yang kita datangi, terutama kamar hotel dan barang-barang yang akan kita bawa dari luar negeri,” kata Pierce Chan.

Di sisi lain, perusahaan pengendali hama di Singapura lainnya, Pestbusters, menyebut bahwa terjadi peningkatan 10 hingga 15 persen dalam jumlah pertanyaan masyarakat dan kasus selama enam bulan terakhir.

Pierce Chan memperkirakan, jumlah infeksi akan terus meningkatkan sebesar 20 hingga 30 persen pada kuartal pertama tahun 2024, setelah orang-orang kembali dari perjalanan ke luar negeri dalam rangka liburan sekolah pada Desember 2023.

Pierce Chan menambahkan, salah satu cara untuk menghindari membawa pulang hama ini dengan cara merendam pakaian dan barang-barang lainnya dalam air yang bersuhu lebih dari 60 derajat celcius.

Sementara, Aardwolf Pestkare dan Pestbusters mengungkapkan bahwa sebagian besar panggilan bantuan yang mereka terima berasal dari rumah warga, tetapi ada juga yang berasal dari tempat lain, termasuk asrama dan hotel.

Kedua perusahaan pengendali hama tersebut menawarkan solusi kimia untuk mengatasi serangan kutu busuk dengan memeriksa tempat-tempat, seperti retakan pada lantai parket, sandaran kepala, bahkan batang kabel, dan colokan listrik.

Mereka juga mengimbau bahwa letak lemari, sofa, dan laci juga merupakan tempat umum di mana kutu busuk bersembunyi di sebuah tempat tinggal.

Lokasi-lokasi ini biasanya dekat dengan sumber makanan mereka, yaitu manusia, karena kutu busuk tersebut menyedot darahnya.

Untuk menanggulangi secara kimia, bahan kimia disemprotkan di tempat-tempat yang banyak terdapat infestasi dan daerah yang berpotensi menjadi sarang kutu busuk. Efek sisa dari semprotan kimia juga membuat sisa telur yang terkena akan ikut mati.*