KTA Baru Gibran Bisa Picu Perang Dingin Jokowi dengan PDIP

Airlangga Hartarto menyerahkan hasil putusan Rapimnas Golkar kepada Gibran Rakabuming Raka, di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Sabtu 21/10/2023
Airlangga Hartarto menyerahkan hasil putusan Rapimnas Golkar kepada Gibran Rakabuming Raka, di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Sabtu 21/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/forumkeadilan.com

FORUM KEADILAN – Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka harus menunggu keputusan pemecatan PDIP untuk mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) resmi dari Partai Golkar. Tetapi jika Gibran pindah, bisa menimbulkan perang dingin antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDIP.

Belum lama ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kalau Gibran Rakabuming Raka sudah bukan bagian dari PDIP. Anak sulung Presiden Jokowi ini disebut-sebut telah mengembalikan KTA PDIP.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan Hasto dalam acara Rapat Koordinasi Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Nusa Tenggara Barat di Mataram, Minggu 5/11/2023. Hasto mengaku, ia mendapat kabar dari Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto, kalau Gibran akan masuk ke Golkar.

Kabar itu dibantah Golkar. Sejumlah elit Golkar mengatakan bahwa belum ada pembahasan terkait masuknya Gibran ke partainya.

Begitu pun Gibran. Sejauh ini tidak ada penegasan atau penolakan darinya terkait tawaran untuk masuk ke partai Pohon Beringin.

Terlepas dari pindah atau tidak Gibran nantinya, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai bahwa Golkar lebih pantas untuk Gibran.

“Golkar mungkin dianggap lebih demokratis. Partai besar juga. Lebih cocok dan diumumkannya sebagai cawapres dari Golkar itu lebih cocok,” ucap Ujang kepada Forum Keadilan, Senin 6/11.

Namun kata Ujang, Gibran tidak bisa begitu saja pindah ke Golkar. Menurutnya, walaupun Gibran sudah dicalonkan menjadi cawapres dari koalisi lain, hingga saat ini Gibran masih menjadi kader PDIP.

“Saya melihat Gibran menunggu keputusan, apakah PDIP memecat atau tidak. Apabila dipecat, baru Gibran akan resmi bergabung ke Golkar dan mendapatkan KTA resminya,” ungkapnya.

Ujang pun memaparkan betapa pentingnya pengembalian KTA Gibran. Ujang menyebut, selama Gibran masih memegang KTA PDIP, ia tidak bisa mendapatkan KTA baru dari partai lain, termasuk Golkar.

Tetapi Ujang mewanti-wanti jika nantinya Gibran punya KTA baru, karena dapat membuat hubungan PDIP dan Jokowi akan semakin memanas, bahkan bisa memunculkan perang dingin.

“Nanti mereka akan tidak menyapa satu sama lain. Akan saling bermusuhan satu sama lain. Kita lihat saja beberapa waktu kedepan,” tutupnya.* (Tim FORUM KEADILAN)